{"id":20654,"date":"2026-07-17T12:30:19","date_gmt":"2026-07-17T05:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20654"},"modified":"2026-07-17T12:30:21","modified_gmt":"2026-07-17T05:30:21","slug":"kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/","title":{"rendered":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bayangkan sebuah gigi yang gagal terbentuk sempurna bukan karena kuman, bukan karena trauma, melainkan karena satu gen yang berhenti bekerja. Itulah pertanyaan yang mendorong drg. Anrizandy Narwidina, MDSc, Sp.KGA, Ph.D, bersama tim peneliti lintas institusi di Jepang untuk menyelami lapisan paling fundamental dari perkembangan gigi: mekanisme molekuler yang mengendalikan sel-sel pembentuk dentin.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Biochemical and Biophysical Research Communications<\/em> pada Februari 2023, mengungkap sesuatu yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Gen bernama <em>Iroquois homeobox 3<\/em> or <em>Irx3<\/em>, selama ini lebih dikenal perannya dalam sistem saraf dan jantung, ternyata menjadi penentu kritis bagi proliferasi dan diferensiasi odontoblas \u2014 sel-sel mesenkimal yang bertanggung jawab membangun dentin, komponen keras utama penyusun gigi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Satu Gen, Dua Dunia Sel yang Berbeda<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian ini dimulai dari pertanyaan sederhana: dari enam anggota keluarga gen Irx yang ada (<em>Irx1<\/em> to <em>Irx6<\/em>), mana yang aktif di jaringan gigi? Tim mengekstrak jaringan gigi dari tikus pascalahir hari pertama (P1), lalu menganalisis ekspresi mRNA-nya menggunakan RT-PCR. Hasilnya menunjukkan lima dari enam gen \u2014 <em>Irx1<\/em>, <em>Irx2<\/em>, <em>Irx3<\/em>, <em>Irx5<\/em>, and <em>Irx6<\/em> \u2014 terdeteksi di jaringan gigi, sementara <em>Irx4<\/em> tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang menarik bukan sekadar kehadiran gen-gen itu, melainkan pola distribusinya. Ketika analisis dipersempit ke dua lini sel odontogenik, yaitu sel epitel dental M3H1 dan sel mesenkimal dental mDP, hanya <em>Irx3<\/em> yang diekspresikan di keduanya. Sel M3H1 mengandung <em>Irx1<\/em>, <em>Irx2<\/em>, and <em>Irx3<\/em>, sedangkan sel mDP hanya mengandung <em>Irx3<\/em> and <em>Irx5<\/em>. Satu-satunya gen yang hadir di kedua sisi \u2014 epitel dan mesenkimal \u2014 adalah <em>Irx3<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Konfirmasi visual melalui imunostaining pada embrio gigi stadium E13.5 mempertegas temuan ini: protein IRX3 terdeteksi di sel epitel dental sekaligus di area kondensasi mesenkimal dental. Posisi strategis ini memberi sinyal kuat bahwa <em>Irx3<\/em> memainkan peran di persimpangan dua dunia sel yang saling berkomunikasi dalam proses odontogenesis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Gen Dibungkam, Sel Berhenti Berkembang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk membuktikan fungsi <em>Irx3<\/em>, tim menggunakan pendekatan <em>knockdown<\/em> dengan siRNA \u2014 teknik yang secara selektif membungkam ekspresi gen target. Saat <em>Irx3<\/em> dipadamkan pada sel mDP, efeknya dramatis. Jumlah sel turun signifikan dalam 24 hingga 48 jam pertama, menandakan proliferasi yang terhambat. Lebih jauh lagi, kemampuan sel untuk berdiferensiasi menjadi odontoblas pun ikut terganggu: pembentukan nodul termineralisasi yang dinilai dengan pewarnaan Alizarin Red S menurun tajam dibandingkan sel kontrol.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Hasil ini menunjukkan bahwa Irx3 berperan penting sebagian melalui regulasi ekspresi Wnt5a selama proliferasi dan diferensiasi odontoblas.&#8221; \u2014 Anrizandy Narwidina dan rekan-rekan, Biochemical and Biophysical Research Communications, 2023<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Eksperimen dengan tiga sekuens siRNA berbeda, yang dirancang untuk menghindari efek off-target, semuanya menghasilkan kesimpulan serupa: tanpa <em>Irx3<\/em>, proses mineralisasi sel mDP terhenti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Irx3 Bekerja Lewat Wnt5a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana <em>Irx3<\/em> menjalankan fungsinya. Tim mengevaluasi ekspresi berbagai faktor pertumbuhan yang diketahui terlibat dalam diferensiasi odontoblas, termasuk beberapa anggota keluarga Wnt dan Bmp. Dari analisis quantitative PCR, tiga molekul paling kuat diekspresikan di sel mDP: <em>Wnt3a<\/em>, <em>Wnt5a<\/em>, and <em>Bmp4<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ketika <em>Irx3<\/em> dibungkam, hanya <em>Wnt5a<\/em> yang mengalami supresi signifikan. Ekspresi <em>Wnt3a<\/em> and <em>Bmp4<\/em> tidak terpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa jalur kerja <em>Irx3<\/em> dalam odontogenesis bersifat spesifik: ia mengatur diferensiasi sel dental mesenkimal setidaknya sebagian melalui kendali atas ekspresi <em>Wnt5a<\/em> \u2014 molekul yang sebelumnya diketahui berperan dalam pembentukan nodul termineralisasi dan induksi gen-gen terkait mineralisasi seperti <em>dentine matrix protein-1<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan antara <em>Irx3<\/em> and <em>Wnt5a<\/em> ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Di ginjal, <em>Irx3<\/em> berinteraksi dengan <em>Wnt5a<\/em> dalam proses maturasi tubular. Pada model tumor Wilms, sel yang kekurangan <em>Irx3<\/em> menunjukkan penurunan ekspresi WNT5A. Kini, pola serupa terkonfirmasi juga di jaringan dental \u2014 memperkuat hipotesis bahwa hubungan <em>Irx3<\/em>\u2013<em>Wnt5a<\/em> merupakan sumbu regulasi yang dipertahankan lintas jaringan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Laboratorium ke Pemahaman Anomali Gigi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Temuan ini bukan sekadar pencapaian biologi molekuler. Memahami bagaimana <em>Irx3<\/em> mengatur proliferasi dan diferensiasi odontoblas membuka jendela baru untuk menjelaskan kasus-kasus anomali perkembangan gigi yang selama ini belum terpecahkan secara mekanistik. Kelainan pada gen-gen keluarga Irx sebelumnya telah dikaitkan dengan Hamamy syndrome, kondisi genetik langka yang mencakup hipodontia dan dismorfisme kraniofasial.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian drg. Anrizandy Narwidina dan tim ini mengisi celah pengetahuan yang selama ini kosong: bagaimana tepatnya sel-sel papila dental mendapat &#8220;instruksi&#8221; untuk berproliferasi, berdiferensiasi, dan akhirnya membentuk dentin yang menjadi tulang punggung struktur gigi. Jawabannya, paling tidak sebagian, ada pada satu gen yang bekerja diam-diam di persimpangan dua dunia sel \u2014 dan kini tidak lagi tersembunyi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.bbrc.2023.02.004\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.bbrc.2023.02.004<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pexels<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah gigi yang gagal terbentuk sempurna bukan karena kuman, bukan karena trauma, melainkan karena satu gen yang berhenti bekerja. Itulah pertanyaan yang mendorong drg. Anrizandy Narwidina, MDSc, Sp.KGA, Ph.D, bersama tim peneliti lintas institusi di Jepang untuk menyelami lapisan paling fundamental dari perkembangan gigi: mekanisme molekuler yang mengendalikan sel-sel pembentuk dentin. Hasilnya, yang dipublikasikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20655,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136,326,318,316,317,321],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","category-sdg-10","category-sdg-17","category-sdg-3","category-sdg-4","category-sdg-9","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan sebuah gigi yang gagal terbentuk sempurna bukan karena kuman, bukan karena trauma, melainkan karena satu gen yang berhenti bekerja. Itulah pertanyaan yang mendorong drg. Anrizandy Narwidina, MDSc, Sp.KGA, Ph.D, bersama tim peneliti lintas institusi di Jepang untuk menyelami lapisan paling fundamental dari perkembangan gigi: mekanisme molekuler yang mengendalikan sel-sel pembentuk dentin. Hasilnya, yang dipublikasikan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-17T05:30:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-17T05:30:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin\",\"datePublished\":\"2026-07-17T05:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-17T05:30:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/\"},\"wordCount\":715,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\",\"SDG 10\",\"SDG 17\",\"SDG 3\",\"SDG 4\",\"SDG 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/\",\"name\":\"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-17T05:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-17T05:30:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1465},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan sebuah gigi yang gagal terbentuk sempurna bukan karena kuman, bukan karena trauma, melainkan karena satu gen yang berhenti bekerja. Itulah pertanyaan yang mendorong drg. Anrizandy Narwidina, MDSc, Sp.KGA, Ph.D, bersama tim peneliti lintas institusi di Jepang untuk menyelami lapisan paling fundamental dari perkembangan gigi: mekanisme molekuler yang mengendalikan sel-sel pembentuk dentin. Hasilnya, yang dipublikasikan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-17T05:30:19+00:00","article_modified_time":"2026-07-17T05:30:21+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1465,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin","datePublished":"2026-07-17T05:30:19+00:00","dateModified":"2026-07-17T05:30:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/"},"wordCount":715,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru","SDG 10","SDG 17","SDG 3","SDG 4","SDG 9"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/","name":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-17T05:30:19+00:00","dateModified":"2026-07-17T05:30:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cottonbro-6528854-scaled.jpg","width":2560,"height":1465},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kunci-tersembunyi-pembentukan-gigi-gen-irx3-dan-rahasia-di-balik-dentin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kunci Tersembunyi Pembentukan Gigi: Gen Irx3 dan Rahasia di Balik Dentin"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20654"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20654\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20656,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20654\/revisions\/20656"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}