{"id":20606,"date":"2026-07-17T11:07:49","date_gmt":"2026-07-17T04:07:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20606"},"modified":"2026-07-17T11:07:51","modified_gmt":"2026-07-17T04:07:51","slug":"sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/","title":{"rendered":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak"},"content":{"rendered":"<p>Sebuah kajian ilmiah dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengungkap temuan menarik. Kombinasi dua bahan berbeda, platelet-rich fibrin (PRF) dan mineral trioxide aggregate (MTA) berpotensi menjadi terobosan dalam menangani gigi permanen anak yang apeksnya belum menutup akibat trauma atau infeksi. Kajian ini dipublikasikan di jurnal internasional <em>Biomaterials Translational<\/em>\u00a0pada 2026, ditulis oleh drg. Rahmadani Puspitasari, M.DSc bersama sejumlah kolega dari UGM dan Universitas Airlangga, dengan korespondensi utama kepada Dr. drg. Tunjung Nugraheni, M.Kes., Sp.KG.(K)<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan seorang anak berusia 10 tahun jatuh dari sepeda dan giginya terbentur keras. Cedera itu bukan sekadar melukai mahkota gigi, akan tetapi juga merusak pembuluh darah di dalam akar gigi dan mematikan jaringan pulpa sebelum akar sempat tumbuh sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini disebut <em>gigi imatur dengan apeks terbuka<\/em>. Akarnya pendek, dindingnya tipis seperti kulit telur, dan ujung akarnya masih menganga lebar. Tanpa apeks yang menutup, dokter gigi tidak punya lantai yang cukup untuk meletakkan bahan pengisi saluran akar. Risiko bahan meluber keluar ke jaringan di sekitar akar sangat tinggi, dan berpotensi memicu peradangan serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama puluhan tahun, kalsium hidroksida menjadi pilihan utama untuk menutup apeks ini melalui prosedur apeksifikasi. Namun caranya memakan waktu lama, butuh banyak kunjungan, dan membuat akar gigi semakin rapuh. Kemudian datanglah MTA, bahan biokeramik yang bisa membentuk sumbat apeks hanya dalam satu kali kunjungan, dengan kemampuan menutup yang jauh lebih baik. Masalahnya, MTA bekerja seperti sumbat statis. Ia menutup, tapi tidak mendorong jaringan untuk pulih dan berkembang kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah PRF masuk sebagai pelengkap yang menjanjikan. PRF adalah biomaterial yang dibuat dari darah pasien itu sendiri. Caranya sederhana: darah diambil dari vena, diputar dengan alat sentrifus selama beberapa menit, lalu lapisan tengah yang terbentuk berupa gumpalan fibrin kaya trombosit dan sel darah putih\u2014diambil dan digunakan langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada bahan kimia tambahan. Tidak ada risiko reaksi kekebalan tubuh terhadap bahan asing. PRF mengandung berbagai faktor pertumbuhan alami seperti TGF-\u03b2, VEGF, dan PDGF yang mendorong pertumbuhan sel, pembentukan pembuluh darah baru, dan regenerasi jaringan. Faktor-faktor ini dilepaskan secara bertahap selama 7 hingga 28 hari setelah penempatan cukup lama untuk mendampingi proses penyembuhan awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks apeksifikasi, PRF difungsikan sebagai matriks internal: ia diletakkan di ujung akar terlebih dahulu, membentuk &#8220;bantalan&#8221; biologis yang mencegah MTA meluber ke jaringan di luar akar. Setelah PRF terpasang, MTA ditempatkan di atasnya sebagai sumbat apeks yang kuat secara mekanis.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Kombinasi PRF dan MTA seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai variasi biologis dari apeksifikasi konvensional, melainkan sebagai strategi translasional yang dipilih untuk gigi dengan apeks terbuka di mana pengendalian apeks dan dukungan biologis sama-sama dibutuhkan secara klinis.&#8221; Puspitasari et al., Biomaterials Translational, 2026<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kajian ini menganalisis 13 studi yang terbit antara 2013 hingga 2024, diperoleh dari tiga basis data ilmiah besar: ScienceDirect, PubMed, dan Scopus. Sebagian besar merupakan laporan kasus, dengan hanya satu uji klinis di antaranya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya cukup konsisten: pasien yang ditangani dengan kombinasi PRF dan MTA umumnya menunjukkan perbaikan yang baik. Gejala nyeri hilang, lesi di sekitar akar mengecil secara radiografis, dan pada beberapa kasus terjadi penyempitan apeks bahkan penebalan dinding akar secara bertahap. Satu uji klinis dengan 27 pasien bahkan melaporkan tingkat keberhasilan 100 persen dalam enam bulan pemantauan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi mekanisme biologis, riset ini menjelaskan mengapa kombinasi keduanya masuk akal secara ilmiah. MTA menciptakan lingkungan basa dengan pH di atas 12 yang bersifat antibakteri sekaligus mendorong pengendapan kristal hidroksiapatit, bahan alami pembentuk tulang dan sementum. Sementara PRF menyediakan scaffold tiga dimensi yang kaya faktor pertumbuhan, mendukung migrasi sel-sel progenitor, pembentukan pembuluh darah baru, dan pematangan jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya bekerja di level yang berbeda namun saling melengkapi: MTA membangun &#8220;tembok&#8221; mineral, PRF menyiapkan &#8220;lingkungan hidup&#8221; yang subur bagi sel-sel untuk bergerak dan berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian ini juga membahas berbagai turunan PRF yang tersedia, mulai dari L-PRF, A-PRF, I-PRF, hingga Titanium PRF. Masing-masing dengan karakteristik berbeda dalam hal kekentalan, kandungan sel, dan kecepatan pelepasan faktor pertumbuhan. Pemilihan jenis PRF perlu disesuaikan dengan kondisi klinis: apeks yang sangat lebar membutuhkan PRF berbentuk membran padat yang bisa menahan MTA, sedangkan situasi lain mungkin lebih cocok dengan PRF cair yang lebih mudah menyebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Para peneliti berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Meski hasilnya terlihat positif, sebagian besar bukti masih berasal dari laporan kasus tunggal dengan jumlah pasien kecil dan protokol yang beragam. Waktu pemantauan pun bervariasi, ada yang hanya satu minggu, ada yang dua tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Belum ada studi besar yang membandingkan secara langsung apakah kombinasi PRF-MTA benar-benar lebih unggul dibanding MTA saja. Pertanyaan tentang seberapa lama perlindungannya bertahan, bagaimana pengaruh lingkungan basa MTA terhadap aktivitas faktor pertumbuhan PRF, serta protokol standar yang bisa direplikasi lintas klinik semuanya masih menunggu jawaban dari penelitian lanjutan yang lebih besar dan terkontrol. Yang sudah jelas, pendekatan ini secara biologis masuk akal, secara klinis menjanjikan, dan layak untuk terus diteliti. Bagi anak-anak yang giginya cedera sebelum akar sempat tumbuh sempurna, kombinasi PRF-MTA mungkin bukan sekadar cara menutup lubang di ujung akar, melainkan cara memberi gigi itu kesempatan kedua untuk bertahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : FreePik<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.12336\/bmt.25.00202\">https:\/\/doi.org\/10.12336\/bmt.25.00202<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah kajian ilmiah dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengungkap temuan menarik. Kombinasi dua bahan berbeda, platelet-rich fibrin (PRF) dan mineral trioxide aggregate (MTA) berpotensi menjadi terobosan dalam menangani gigi permanen anak yang apeksnya belum menutup akibat trauma atau infeksi. Kajian ini dipublikasikan di jurnal internasional Biomaterials Translational\u00a0pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20621,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah kajian ilmiah dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengungkap temuan menarik. Kombinasi dua bahan berbeda, platelet-rich fibrin (PRF) dan mineral trioxide aggregate (MTA) berpotensi menjadi terobosan dalam menangani gigi permanen anak yang apeksnya belum menutup akibat trauma atau infeksi. Kajian ini dipublikasikan di jurnal internasional Biomaterials Translational\u00a0pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-17T04:07:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-17T04:07:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak\",\"datePublished\":\"2026-07-17T04:07:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-17T04:07:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/\"},\"wordCount\":829,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/upscalemedia-transformed.jpeg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/\",\"name\":\"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/upscalemedia-transformed.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-17T04:07:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-17T04:07:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/upscalemedia-transformed.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/upscalemedia-transformed.jpeg\",\"width\":1200,\"height\":650},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Sebuah kajian ilmiah dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengungkap temuan menarik. Kombinasi dua bahan berbeda, platelet-rich fibrin (PRF) dan mineral trioxide aggregate (MTA) berpotensi menjadi terobosan dalam menangani gigi permanen anak yang apeksnya belum menutup akibat trauma atau infeksi. Kajian ini dipublikasikan di jurnal internasional Biomaterials Translational\u00a0pada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-17T04:07:49+00:00","article_modified_time":"2026-07-17T04:07:51+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":650,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak","datePublished":"2026-07-17T04:07:49+00:00","dateModified":"2026-07-17T04:07:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/"},"wordCount":829,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/","name":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg","datePublished":"2026-07-17T04:07:49+00:00","dateModified":"2026-07-17T04:07:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/upscalemedia-transformed.jpeg","width":1200,"height":650},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sinergi-prf-dan-mta-harapan-baru-penanganan-gigi-permanen-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sinergi PRF dan MTA: Harapan Baru Penanganan Gigi Permanen Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20622,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20606\/revisions\/20622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}