{"id":20488,"date":"2026-07-16T15:06:39","date_gmt":"2026-07-16T08:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20488"},"modified":"2026-07-16T15:06:41","modified_gmt":"2026-07-16T08:06:41","slug":"racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/","title":{"rendered":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sel B limfosit berdiri di garis terdepan pertahanan tubuh. Ia mengenali musuh, memproduksi antibodi, dan mengordinasikan serangan imun saat infeksi menyerang jaringan periapeks gigi. Tapi bagaimana jika bakteri patogen justru bisa mematikan sel penjaga itu sebelum pertahanan terbentuk?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan inilah yang mendorong Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, bersama tim peneliti dari Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, untuk membedah mekanisme molekuler di balik kerusakan sel B limfosit akibat paparan piosianin, racun utama yang diproduksi oleh <em>Pseudomonas aeruginosa<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, yang dipublikasikan dalam <em>Journal of Dentistry Indonesia<\/em> (2015), memberi gambaran yang mengkhawatirkan: piosianin mampu membunuh sel B limfosit secara terprogram, dan protein kaspase-3 menjadi eksekutor utamanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bakteri Oportunis yang Bersembunyi di Klinik Gigi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Pseudomonas aeruginosa<\/em> bukan nama asing di dunia medis. Bakteri Gram negatif ini dikenal sebagai patogen oportunistik yang kerap menyebabkan infeksi fatal pada pasien dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV, pasien rawat inap jangka panjang, atau mereka yang bergantung pada ventilator mekanis.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang mungkin mengejutkan: bakteri ini juga ditemukan di klinik gigi. Sebuah studi yang dikutip dalam penelitian ini menyebut sistem saluran air pada unit gigi yang terkontaminasi sebagai salah satu sumber penyebarannya. Lebih jauh, <em>P. aeruginosa<\/em> telah berhasil diisolasi dari koloni bakteri di lesi periapeks, yakni area di sekitar ujung akar gigi yang kerap menjadi medan perang infeksi endodontik yang sulit sembuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegagalan perawatan saluran akar akibat bakteri yang bertahan di jaringan pulpa atau area periapeks menjadi masalah klinis yang nyata. Dan piosianin, sitotoksin yang dihasilkan <em>P. aeruginosa<\/em>, diduga kuat berperan dalam memperparah kondisi itu dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami sebelum penelitian ini dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sel yang Diperintahkan untuk Mati<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tim peneliti menggunakan sel lini Raji, yakni sel B limfosit yang telah dikultur di laboratorium, sebagai model eksperimen. Sel-sel ini dipapar piosianin dalam berbagai konsentrasi (1, 5, 10, 50, hingga 100 \u03bcg\/mL) selama 24 jam. Uji MTT kemudian digunakan untuk mengukur viabilitas sel, sementara analisis morfologi dilakukan menggunakan mikroskop kontras fase.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya konsisten dan tegas: semakin tinggi konsentrasi piosianin, semakin banyak sel B yang mati. Analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok dengan nilai <em>p<\/em> = 0,000. Di bawah mikroskop, sel-sel yang terpapar piosianin memperlihatkan fragmentasi nukleus, tanda khas kematian sel terprogram atau apoptosis.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Pyocyanin is capable of inducing cell death on B lymphocyte. Caspase-3 may play an important role in the molecular mechanism of pyocyanin-induced cell death.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u2014 Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO, dkk., Journal of Dentistry Indonesia, 2015<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menelusuri mekanisme molekulernya, tim menggunakan analisis imunositokomia guna mendeteksi ekspresi protein kaspase-3 aktif. Protein ini termasuk dalam kelompok <em>executioner caspase<\/em>, enzim yang mengeksekusi kematian sel setelah menerima sinyal dari kaspase inisiator. Hasilnya jelas: partikel coklat penanda kaspase-3 aktif terlihat di sitoplasma sel B yang dipapar piosianin, sementara sel kontrol negatif tetap bersih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Penjaga Imun Tak Lagi Bisa Bertugas<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Implikasi temuan ini melampaui batas laboratorium. Sel B limfosit adalah pilar sistem imun humoral. Ia memproduksi antibodi yang mengenali dan menetralisir antigen bakteri. Jika piosianin dari <em>P. aeruginosa<\/em> dapat membunuh sel-sel ini secara sistematis melalui jalur kaspase-3, maka bakteri itu secara efektif sedang melumpuhkan pertahanan inang dari dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Mekanisme ini membantu menjelaskan mengapa infeksi <em>P. aeruginosa<\/em> di jaringan periapeks bisa bersifat persisten dan sulit diatasi. Bakteri tidak hanya bertahan menghadapi serangan imun, tetapi aktif menghancurkan sel-sel yang seharusnya memimpin respons pertahanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kaspase-3, menurut hasil penelitian ini, bekerja dengan cara masuk ke nukleus melalui pori yang dibuka kaspase-9, lalu membelah protein struktural seperti lamin A dan fodrin. Pembelahan lamin A menyebabkan kondensasi kromatin, sementara kerusakan fodrin memicu pembentukan badan apoptotik, sisa-sisa sel yang mati secara terprogram.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini membuka pintu untuk pertanyaan lanjutan: jalur molekuler mana lagi yang terlibat? Apakah mekanisme serupa terjadi pada sel imun lain di jaringan periapeks? Bagaimana temuan ini bisa ditranslasikan ke strategi terapi klinis yang lebih efektif untuk infeksi endodontik refrakter?<\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya belum ada. Tapi kini, setidaknya, kita tahu dengan lebih pasti bagaimana <em>P. aeruginosa<\/em> mulai menggerogoti pertahanan tubuh dari dalam, satu sel B dalam satu waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"10.14693\/jdi.v22i2.403\">doi:10.14693\/jdi.v22i2.403<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pexels<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sel B limfosit berdiri di garis terdepan pertahanan tubuh. Ia mengenali musuh, memproduksi antibodi, dan mengordinasikan serangan imun saat infeksi menyerang jaringan periapeks gigi. Tapi bagaimana jika bakteri patogen justru bisa mematikan sel penjaga itu sebelum pertahanan terbentuk? Pertanyaan inilah yang mendorong Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20490,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sel B limfosit berdiri di garis terdepan pertahanan tubuh. Ia mengenali musuh, memproduksi antibodi, dan mengordinasikan serangan imun saat infeksi menyerang jaringan periapeks gigi. Tapi bagaimana jika bakteri patogen justru bisa mematikan sel penjaga itu sebelum pertahanan terbentuk? Pertanyaan inilah yang mendorong Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T08:06:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T08:06:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1776\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam\",\"datePublished\":\"2026-07-16T08:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T08:06:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/\"},\"wordCount\":678,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cdc-library-3992930.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/\",\"name\":\"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cdc-library-3992930.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T08:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T08:06:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cdc-library-3992930.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-cdc-library-3992930.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1776},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Sel B limfosit berdiri di garis terdepan pertahanan tubuh. Ia mengenali musuh, memproduksi antibodi, dan mengordinasikan serangan imun saat infeksi menyerang jaringan periapeks gigi. Tapi bagaimana jika bakteri patogen justru bisa mematikan sel penjaga itu sebelum pertahanan terbentuk? Pertanyaan inilah yang mendorong Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T08:06:39+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T08:06:41+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1776,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam","datePublished":"2026-07-16T08:06:39+00:00","dateModified":"2026-07-16T08:06:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/"},"wordCount":678,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/","name":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg","datePublished":"2026-07-16T08:06:39+00:00","dateModified":"2026-07-16T08:06:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-cdc-library-3992930.jpg","width":2560,"height":1776},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/racun-bakteri-yang-membunuh-penjaga-imun-dari-dalam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Racun Bakteri yang Membunuh Penjaga Imun dari Dalam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20488"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20491,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20488\/revisions\/20491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}