{"id":20446,"date":"2026-07-16T14:40:49","date_gmt":"2026-07-16T07:40:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20446"},"modified":"2026-07-16T14:40:50","modified_gmt":"2026-07-16T07:40:50","slug":"pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/","title":{"rendered":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Selama dua hingga tiga tahun menjalani perawatan ortodontik, pasien kerap dihadapkan pada dilema kecil yang menyiksa: nyeri setelah kawat gigi diaktifkan memaksa mereka minum obat pereda sakit, tapi obat itulah yang justru bisa memperlambat pergerakan gigi yang sedang diperjuangkan. Di sinilah pertanyaan penting muncul \u2014 adakah analgesik yang meredakan nyeri tanpa mengorbankan efektivitas perawatan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian yang melibatkan Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada mencoba menjawab pertanyaan itu. Bersama tim lintas institusi \u2014 termasuk peneliti dari Radboud University Belanda dan Fakultas Farmasi UGM \u2014 mereka menguji senyawa bernama pentagamavunon-0, atau PGV-0, sebagai kandidat analgesik alternatif selama terapi ortodontik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Turunan Kunyit yang Lebih Kuat dari Paracetamol<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>PGV-0 bukan nama asing di dunia farmasi UGM. Senyawa ini adalah analog kurkumin, molekul aktif dari kunyit, yang disintesis melalui reaksi vanilin dan siklopentanon dalam kondisi asam. Secara kimiawi, ia bekerja sebagai inhibitor COX-2 selektif \u2014 jalur yang sama dengan paracetamol, obat pereda nyeri paling umum digunakan pasien ortodontik.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membuat PGV-0 menarik adalah profilnya yang lebih unggul dibanding paracetamol: efek analgesik dan anti-inflamasinya dilaporkan lebih tinggi, sementara aktivitas antioksidannya 2 hingga 7 kali lebih kuat dari kurkumin induknya. Paracetamol memang sudah terbukti tidak menghambat pergerakan gigi, namun menyimpan risiko hepatotoksisitas \u2014 kerusakan hati \u2014 terutama bila dikonsumsi berulang dalam jangka panjang. PGV-0 hadir tanpa efek samping serupa itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lima Kelompok Tikus, Satu Pertanyaan Besar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menguji hipotesis ini, tim peneliti menggunakan 50 ekor tikus Wistar jantan dengan berat 350\u2013450 gram yang dibagi ke dalam lima kelompok secara acak. Kelompok pertama tidak mendapat perlakuan apapun. Kelompok kedua hanya dipasangi alat ortodontik tanpa obat. Tiga kelompok lainnya mendapat ortodontik disertai pemberian Na-CMC (pembawa obat), paracetamol 200 mg\/kg berat badan, atau PGV-0 50 mg\/kg berat badan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masing-masing tikus, sebuah pegas baja stainless berukuran 0,012 inci dipasang untuk memisahkan dua gigi insisivus atas dengan gaya sebesar 35 cN. Semua obat diberikan secara oral satu jam sebelum pemasangan alat ortodontik, lalu dilanjutkan setiap 12 jam selama tujuh hari. Jarak pergerakan gigi diukur setiap hari menggunakan kaliper digital presisi tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya cukup meyakinkan. Pada hari ke-6, pergerakan gigi mencapai titik maksimum di semua kelompok ortodontik, termasuk kelompok PGV-0, dengan jarak yang secara statistik lebih jauh dibanding hari ke-4. Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok PGV-0 dengan kelompok paracetamol maupun kelompok ortodontik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>&#8220;PGV-0 does not inhibit tooth movement in rats from day 1 to day 7. Therefore, it is possible to develop PGV-0 as an alternative analgesic during orthodontic therapy.&#8221; \u2014 Farmasyanti et al., Padjadjaran Journal of Dentistry, 2019<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Prostaglandin, Tulang, dan Jendela Peluang<\/p>\n\n\n\n<p>Di balik data statistik itu, ada mekanisme biologis yang layak dipahami. Pergerakan gigi ortodontik terjadi karena prostaglandin \u2014 khususnya PGE2 \u2014 memicu remodeling tulang: osteoklas meresorpsi tulang di sisi tekanan, sementara osteoblas membangun tulang di sisi tarikan. Prostaglandin yang sama itulah yang merangsang ujung saraf dan menimbulkan nyeri.<\/p>\n\n\n\n<p>NSAIDs konvensional bekerja memblokir jalur COX, sehingga produksi prostaglandin terhambat. Akibatnya, proses remodeling tulang ikut terganggu dan pergerakan gigi melambat. Ibuprofen, misalnya, diketahui menghambat pergerakan gigi secara signifikan. Aspirin bahkan menghambatnya sebagian besar.<\/p>\n\n\n\n<p>PGV-0 mengambil jalur COX-2 yang lebih selektif, seperti paracetamol, namun tanpa beban efek hepatotoksik. Temuan bahwa obat ini tidak menekan pergerakan gigi selama tujuh hari pengamatan membuka kemungkinan penggunaannya secara berulang dalam rentang perawatan ortodontik yang panjang \u2014 sesuatu yang secara klinis sangat relevan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Potensi yang Masih Perlu Dibuktikan Lebih Jauh<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tentu ada batasan yang perlu dicatat. Penelitian ini berlangsung hanya tujuh hari, sementara perawatan ortodontik pada manusia bisa berlangsung bertahun-tahun. Selain itu, data IC50 untuk COX-1 dan COX-2 dari PGV-0 pada sel tulang belum tersedia, sehingga mekanisme pastinya terhadap osteoklas dan osteoblas masih perlu digali lebih dalam. Para peneliti pun menegaskan bahwa studi lanjutan sangat diperlukan sebelum PGV-0 bisa direkomendasikan untuk penggunaan klinis pada manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun untuk saat ini, temuan ini cukup untuk meletakkan PGV-0 sebagai kandidat serius. Senyawa yang lahir dari rempah dapur itu mungkin menyimpan jawaban atas dilema lama pasien kawat gigi: meredakan nyeri tanpa harus membayar dengan waktu perawatan yang lebih panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"http:\/\/10.24198\/pjd.vol31no3.20995\">http:\/\/10.24198\/pjd.vol31no3.20995<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pexels <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama dua hingga tiga tahun menjalani perawatan ortodontik, pasien kerap dihadapkan pada dilema kecil yang menyiksa: nyeri setelah kawat gigi diaktifkan memaksa mereka minum obat pereda sakit, tapi obat itulah yang justru bisa memperlambat pergerakan gigi yang sedang diperjuangkan. Di sinilah pertanyaan penting muncul \u2014 adakah analgesik yang meredakan nyeri tanpa mengorbankan efektivitas perawatan? Sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20449,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[302,307,289,291,297],"class_list":["post-20446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selama dua hingga tiga tahun menjalani perawatan ortodontik, pasien kerap dihadapkan pada dilema kecil yang menyiksa: nyeri setelah kawat gigi diaktifkan memaksa mereka minum obat pereda sakit, tapi obat itulah yang justru bisa memperlambat pergerakan gigi yang sedang diperjuangkan. Di sinilah pertanyaan penting muncul \u2014 adakah analgesik yang meredakan nyeri tanpa mengorbankan efektivitas perawatan? Sebuah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T07:40:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T07:40:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak\",\"datePublished\":\"2026-07-16T07:40:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:40:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/\"},\"wordCount\":674,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/\",\"name\":\"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T07:40:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:40:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Selama dua hingga tiga tahun menjalani perawatan ortodontik, pasien kerap dihadapkan pada dilema kecil yang menyiksa: nyeri setelah kawat gigi diaktifkan memaksa mereka minum obat pereda sakit, tapi obat itulah yang justru bisa memperlambat pergerakan gigi yang sedang diperjuangkan. Di sinilah pertanyaan penting muncul \u2014 adakah analgesik yang meredakan nyeri tanpa mengorbankan efektivitas perawatan? Sebuah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T07:40:49+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T07:40:50+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak","datePublished":"2026-07-16T07:40:49+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:40:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/"},"wordCount":674,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/","name":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-16T07:40:49+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:40:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-tamanna-rumee-52377920-7988009-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pereda-nyeri-dari-rempah-saat-analog-kurkumin-tak-halangi-gigi-bergerak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pereda Nyeri dari Rempah: Saat Analog Kurkumin Tak Halangi Gigi Bergerak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20450,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20446\/revisions\/20450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}