{"id":20428,"date":"2026-07-16T14:31:41","date_gmt":"2026-07-16T07:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20428"},"modified":"2026-07-16T14:31:43","modified_gmt":"2026-07-16T07:31:43","slug":"telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/","title":{"rendered":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bayangkan sebutir telur ayam biasa menyimpan senjata biologis yang mampu melindungi sel imun manusia dari serangan racun bakteri paling bandel di dunia. Itulah inti temuan mengejutkan dari penelitian yang dipimpin Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO., Guru Besar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada \u2014 sebuah studi yang membuka jalan baru melawan <em>Pseudomonas aeruginosa<\/em>, bakteri oportunistik yang sudah lama menjadi mimpi buruk dunia medis.<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Racun Biru yang Membunuh Sel Imun<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Pseudomonas aeruginosa<\/em> bukan bakteri sembarangan. Ia hidup hampir di mana-mana, dari tanah hingga permukaan rumah sakit, dan dikenal sebagai salah satu penyebab utama infeksi nosokomial \u2014 infeksi yang justru diperoleh pasien selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Pada pasien cystic fibrosis, infeksi bakteri ini bisa berujung fatal karena sifatnya yang resistan terhadap banyak jenis antibiotik.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membuat bakteri ini benar-benar berbahaya bukan hanya ketahanannya terhadap obat, melainkan juga senjata kimianya: pyocyanin (PCN). Pigmen biru kehijauan ini adalah metabolit sekunder yang dilepaskan <em>P. aeruginosa<\/em> sejak awal infeksi. PCN diketahui menekan fungsi sel B, sel T, dan makrofag \u2014 tiga komponen krusial sistem imun tubuh. Lebih jauh, PCN menginduksi kematian sel melalui aktivasi caspase 3, enzim yang bekerja seperti &#8220;tombol penghancur diri&#8221; di dalam sel.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian sebelumnya dari kelompok yang sama telah membuktikan bahwa PCN membunuh sel B manusia (Raji cells) lewat jalur caspase 3 tersebut. Pertanyaan yang kemudian menggantung: adakah cara untuk menghentikan proses kematian sel itu?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Kandang Ayam ke Laboratorium<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jawaban datang dari arah yang tidak terduga \u2014 dari kuning telur ayam Leghorn.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim peneliti yang terdiri dari Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO. bersama Sidna Artanto, Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, Wihaskoro Sosroseno, dan Suryani Hutomo merancang sebuah protokol imunisasi yang cermat. Lima ekor ayam Leghorn berusia tiga bulan disuntik dengan PCN yang dicampur adjuvan Freund lengkap, lalu diberikan dua kali booster dalam selang dua minggu. Satu minggu setelah imunisasi terakhir, telur-telur dikumpulkan dan IgY \u2014 imunoglobulin yang tersimpan di kuning telur ayam, setara dengan IgG pada mamalia \u2014 diekstraksi menggunakan kit purifikasi khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya? Kuning telur dari ayam yang diimunisasi mengandung IgY yang sangat spesifik terhadap PCN. Uji presipitasi gel agarosa (AGPT) menunjukkan terbentuknya garis presipitat yang jelas, sementara uji ELISA mengkonfirmasi konsentrasi IgY spesifik yang signifikan \u2014 batch pertama mencapai 8,95 \u03bcg\/\u03bcl.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>&#8220;Antigen-spesifik IgY antibodies were able to inhibit PCN-induced Raji cell death, suggesting that PCN-specific IgY antibodies may be protective against PCN-induced Raji cell death.&#8221; \u2014 Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO., dalam laporan penelitian F1000Research, 2019<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sel yang Selamat, Harapan yang Tumbuh<\/p>\n\n\n\n<p>Pengujian dilakukan pada sel Raji \u2014 lini sel B manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Sel-sel ini dipapar PCN dalam berbagai konsentrasi, dan hasilnya konsisten: semakin tinggi dosis PCN, semakin banyak sel yang mati. Ketika IgY spesifik anti-PCN ditambahkan ke dalam campuran, gambarannya berubah drastis.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada konsentrasi IgY sebesar 28,19 \u03bcg\/mL atau lebih, kemampuan PCN membunuh sel Raji terhambat secara bermakna secara statistik (p&lt;0,05). Efek protektif ini bersifat dose-dependent \u2014 semakin tinggi dosis IgY, semakin besar perlindungan yang diberikan. Pengamatan mikroskopis menggunakan pewarnaan akridin oranye\/etidium bromida memperkuat temuan ini secara visual: sel-sel yang terpapar campuran PCN-IgY tampak berwarna hijau cerah (hidup), jauh lebih banyak dibanding sel yang hanya terpapar PCN dan muncul berwarna oranye-merah (mati).<\/p>\n\n\n\n<p>Mekanisme pastinya belum sepenuhnya terurai. Tim peneliti menduga bahwa kompleks PCN-IgY gagal mengaktivasi caspase 3 di dalam sel Raji, sehingga jalur kematian sel terhenti. Namun hipotesis ini masih memerlukan validasi lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lebih dari Sekadar Temuan Laboratorium<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian yang didanai hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia ini bukan hanya soal sel di cawan petri. Ia menyentuh persoalan yang jauh lebih luas: bagaimana menghadapi bakteri yang sudah kebal antibiotik?<\/p>\n\n\n\n<p><em>P. aeruginosa<\/em> juga ditemukan dalam pulpa gigi dan lesi periapikal, dan kehadirannya dikaitkan dengan kegagalan perawatan endodontik. Artinya, bakteri ini bukan asing dari dunia kedokteran gigi. Imunoterapi berbasis IgY \u2014 yang sebelumnya telah terbukti mencegah kolonisasi <em>P. aeruginosa<\/em> pada pasien cystic fibrosis melalui pemberian oral \u2014 kini memiliki satu lapisan bukti tambahan: ia juga bisa melindungi sel imun dari racun yang dilepaskan bakteri itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila temuan ini kelak berhasil diterjemahkan ke dalam terapi nyata, maka sebutir telur ayam yang tampak sederhana itu mungkin menyimpan lebih banyak jawaban daripada yang pernah kita bayangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.12688\/f1000research.19327.1\">https:\/\/doi.org\/10.12688\/f1000research.19327.1<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pexels <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebutir telur ayam biasa menyimpan senjata biologis yang mampu melindungi sel imun manusia dari serangan racun bakteri paling bandel di dunia. Itulah inti temuan mengejutkan dari penelitian yang dipimpin Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO., Guru Besar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada \u2014 sebuah studi yang membuka jalan baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20437,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20428","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan sebutir telur ayam biasa menyimpan senjata biologis yang mampu melindungi sel imun manusia dari serangan racun bakteri paling bandel di dunia. Itulah inti temuan mengejutkan dari penelitian yang dipimpin Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO., Guru Besar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada \u2014 sebuah studi yang membuka jalan baru [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T07:31:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T07:31:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM\",\"datePublished\":\"2026-07-16T07:31:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:31:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/\"},\"wordCount\":714,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/\",\"name\":\"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T07:31:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:31:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan sebutir telur ayam biasa menyimpan senjata biologis yang mampu melindungi sel imun manusia dari serangan racun bakteri paling bandel di dunia. Itulah inti temuan mengejutkan dari penelitian yang dipimpin Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., PBO., Guru Besar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada \u2014 sebuah studi yang membuka jalan baru [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T07:31:41+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T07:31:43+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM","datePublished":"2026-07-16T07:31:41+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:31:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/"},"wordCount":714,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/","name":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-16T07:31:41+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:31:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-jahratreza-35377946-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/telur-ayam-melawan-bakteri-mematikan-harapan-baru-dari-penelitian-fkg-ugm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Telur Ayam Melawan Bakteri Mematikan: Harapan Baru dari Penelitian FKG UGM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20428"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20438,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20428\/revisions\/20438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}