{"id":20394,"date":"2026-07-16T12:06:20","date_gmt":"2026-07-16T05:06:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20394"},"modified":"2026-07-16T12:06:22","modified_gmt":"2026-07-16T05:06:22","slug":"tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/","title":{"rendered":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa"},"content":{"rendered":"<p>Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K)., Ph.D., bersama tim peneliti dari <em>University Medical Center Groningen<\/em>, Belanda, berhasil menemukan solusi ilmiah yang praktis untuk mengoptimalkan prosedur perbaikan tambalan gigi. Riset ini membuktikan bahwa penambahan lapisan baru di atas tambalan lama (<em>repair<\/em>) dapat melekat dengan sangat kuat, asalkan permukaan tambalan lamanya disiapkan menggunakan teknik pelapisan silika (<em>tribochemical silica coating<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan penting yang dipublikasikan dalam <em>Journal of Dentistry<\/em> ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi para praktisi dokter gigi untuk tidak asal menempelkan bahan baru saat memperbaiki tambalan resin komposit yang cacat. Inovasi ini menjadi langkah maju yang mendukung prinsip kedokteran gigi minim invasi (<em>minimally invasive dentistry<\/em>), yaitu mengutamakan perbaikan tambalan tanpa harus membongkar seluruh struktur gigi yang masih sehat, sehingga lebih hemat dan ramah bagi pasien.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini, jika dokter gigi menemukan cacat pada tambalan resin komposit yang baru dipasang\u2014seperti warna yang kurang pas, bentuk yang kurang sesuai, atau ada bagian yang perlu diperbaiki\u2014mereka dihadapkan pada dilema. Melepas seluruh tambalan dan menggantinya dari nol berisiko membuang lebih banyak jaringan gigi asli serta melukai saraf gigi. Namun, menambahkan lapisan baru di atas tambalan lama yang sudah mengeras juga tidak mudah, karena ikatan kimianya sudah tidak aktif sehingga lapisan baru berisiko cepat terlepas.<\/p>\n\n\n\n<p>Guna mengatasi tantangan tersebut, drg. Margareta Rinastiti dan tim melakukan eksperimen laboratorium untuk menguji tiga jenis resin komposit yang umum digunakan, yaitu jenis <em>microhybrid<\/em>, <em>nanohybrid<\/em>, and <em>nanofilled<\/em>. Peneliti membandingkan empat cara berbeda dalam menyiapkan permukaan tambalan sebelum material baru ditempelkan, mulai dari membiarkannya tanpa perlakuan (kontrol), menggunakan lapisan plastik tipis (<em>Mylar strip<\/em>), mengoleskan cairan perekat biasa (<em>intermediate adhesive resin<\/em> atau IAR), hingga metode intensif pelapisan silika atau <em>silica coating<\/em> (SC).<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan cairan perekat biasa (IAR) ternyata tidak memberikan peningkatan kekuatan ikatan yang berarti. Fenomena ini dijelaskan oleh tim peneliti dalam laporan ilmiah mereka:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Pengaplikasian intermediate adhesive resin tidak menghasilkan peningkatan kekuatan ikatan yang signifikan pada komposit segar. Kemungkinan, tingkat konversi pada komposit yang baru mengeras masih tinggi sehingga manfaat IAR tidak tampak nyata.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, kelompok tambalan yang mendapat perlakuan <em>silica coating<\/em> (SC)\u2014yaitu disemprot dengan partikel alumina khusus berlapis silika, diberi agen kimia silan, lalu dilapisi IAR\u2014menunjukkan hasil yang luar biasa. Teknik ini berhasil meningkatkan kekuatan ikatan rata-rata sebesar 8,9 MPa lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Pada tiga dari empat jenis komposit yang diuji, kekuatan ikatannya mencapai kisaran 25 hingga 27 MPa, sebuah angka ideal yang mendekati target rekomendasi literatur ilmiah global.<\/p>\n\n\n\n<p>Keunggulan metode <em>silica coating<\/em> ini juga dibuktikan melalui analisis pola patahan di bawah mikroskop. Seluruh sampel yang memakai teknik silika mengalami kegagalan kohesif (<em>cohesive failure<\/em>) 100 persen. Artinya, saat diuji hingga batas maksimal, bagian yang rusak atau patah bukanlah sambungan lem antarlapisannya, melainkan material komposit itu sendiri. Hal ini menjadi bukti sahih bahwa sambungan yang dihasilkan jauh lebih kuat dari bahan tambalannya dan sangat andal secara klinis.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui analisis spektroskopi sinar-X, diketahui bahwa semprotan silika berhasil meningkatkan kandungan silika di permukaan hingga empat kali lipat dan membuat permukaannya menjadi lebih kasar secara mikroskopis. Permukaan yang kasar inilah yang menciptakan area mekanis bagi lapisan baru untuk saling mengunci dengan kuat, dibantu oleh agen silan yang mempererat ikatan kimianya.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara klinis, riset ini memberikan implikasi praktis yang nyata di kursi dokter gigi. Ketika pasien membutuhkan perbaikan tambalan yang baru dipasang, dokter gigi kini memiliki panduan valid untuk menerapkan prosedur <em>silica coating<\/em> demi hasil yang tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, peneliti memberikan catatan bahwa terdapat jenis komposit tertentu seperti <em>Tetric Evo Ceram<\/em> yang tidak menunjukkan peningkatan signifikan karena karakteristik monomer khasnya. UGM berharap temuan ini dapat terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan, terutama untuk melihat performa kekuatan ikatan ini setelah terpapar lingkungan mulut nyata dalam jangka panjang, demi memastikan kesehatan gigi masyarakat yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : pixabay<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jdent.2009.08.009\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jdent.2009.08.009<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K)., Ph.D., bersama tim peneliti dari University Medical Center Groningen, Belanda, berhasil menemukan solusi ilmiah yang praktis untuk mengoptimalkan prosedur perbaikan tambalan gigi. Riset ini membuktikan bahwa penambahan lapisan baru di atas tambalan lama (repair) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20400,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K)., Ph.D., bersama tim peneliti dari University Medical Center Groningen, Belanda, berhasil menemukan solusi ilmiah yang praktis untuk mengoptimalkan prosedur perbaikan tambalan gigi. Riset ini membuktikan bahwa penambahan lapisan baru di atas tambalan lama (repair) [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T05:06:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T05:06:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1919\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa\",\"datePublished\":\"2026-07-16T05:06:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T05:06:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/\"},\"wordCount\":654,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/\",\"name\":\"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T05:06:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T05:06:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1919},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K)., Ph.D., bersama tim peneliti dari University Medical Center Groningen, Belanda, berhasil menemukan solusi ilmiah yang praktis untuk mengoptimalkan prosedur perbaikan tambalan gigi. Riset ini membuktikan bahwa penambahan lapisan baru di atas tambalan lama (repair) [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T05:06:20+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T05:06:22+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1919,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa","datePublished":"2026-07-16T05:06:20+00:00","dateModified":"2026-07-16T05:06:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/"},"wordCount":654,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/","name":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-16T05:06:20+00:00","dateModified":"2026-07-16T05:06:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/bru-no-flour-1581967-scaled.jpg","width":2560,"height":1919},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/tambal-gigi-retak-silica-coating-terbukti-jauh-lebih-efektif-dari-perekat-biasa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tambal Gigi Retak? Silica Coating Terbukti Jauh Lebih Efektif dari Perekat Biasa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20401,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20394\/revisions\/20401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}