{"id":20279,"date":"2026-07-16T08:41:29","date_gmt":"2026-07-16T01:41:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20279"},"modified":"2026-07-16T08:41:31","modified_gmt":"2026-07-16T01:41:31","slug":"lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","title":{"rendered":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM"},"content":{"rendered":"<p><strong>Air yang mengalir dari selang <\/strong><strong><em>portable dental units<\/em><\/strong><strong> di klinik gigi terasa jernih dan bersih. Tapi di balik kejernihan itu, sebuah ancaman diam-diam bersembunyi: <\/strong><strong><em>Pseudomonas aeruginosa<\/em><\/strong><strong>, bakteri oportunistik yang mampu membangun koloni di dalam saluran air peralatan gigi dan memicu infeksi serius pada pasien dengan daya tahan tubuh lemah. Pertanyaannya: apakah tanaman lidah buaya yang tumbuh di pekarangan rumah bisa menjadi kunci untuk melumpuhkan bakteri ini sebelum sempat menempel?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menjawab pertanyaan itu dengan data yang cukup mengejutkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bahaya yang Mengalir Lewat Selang Klinik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Dental Unit Waterline<\/em> (DUWL) adalah sistem saluran air yang menyuplai cairan ke <em>handpiece<\/em>, <em>three-way syringe<\/em>, and <em>ultrasonic scaler<\/em> selama prosedur perawatan gigi berlangsung. Sistem ini, meski tampak sederhana, menyimpan risiko besar: air yang melewatinya rentan terkontaminasi oleh beragam mikroorganisme, termasuk bakteri patogen yang masuk melalui fenomena <em>suck-back<\/em>, yakni cairan rongga mulut pasien yang terhisap kembali ke dalam selang.<\/p>\n\n\n\n<p><em>P. aeruginosa<\/em> adalah salah satu penghuni paling mengkhawatirkan di dalam DUWL. Berdasarkan data dari negara-negara maju, kontaminasi bakteri ini dalam air <em>portable dental units<\/em> mencapai 60 hingga 89 persen. Di negara berkembang seperti India, angkanya berkisar antara 68 hingga 82 persen. Bakteri ini bersifat invasif dan toksigenik \u2014 berbahaya terutama bagi pasien lansia, penderita HIV, pasien kanker, dan pasien diabetes yang sistem imunnya tidak stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci kemampuan bakteri ini untuk bertahan dan menyebar adalah sifat <strong>hidrofobisitas<\/strong>, yakni kecenderungan permukaan sel bakteri untuk menolak air dan justru melekat pada permukaan lain, termasuk jaringan tubuh manusia. Semakin tinggi hidrofobisitas, semakin mudah bakteri menempel dan membentuk <em>biofilm<\/em> yang sulit dibasmi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Pekarangan ke Laboratorium<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D., bersama tim peneliti FKG UGM \u2014 termasuk M. Eric Brilian, drg. Regina Titi Christinawati Tandelilin, drg. Alma Linggar Jonarta, dan drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto \u2014 merancang eksperimen untuk menguji apakah ekstrak lidah buaya (<em>vera<\/em>) mampu menurunkan hidrofobisitas <em>P. aeruginosa<\/em> ATCC 10145.<\/p>\n\n\n\n<p>Lidah buaya dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman dari famili Liliaceae ini telah lama dikenal sebagai tanaman obat, dan secara ilmiah terbukti mengandung empat senyawa aktif kunci: <strong>tanin, flavonoid, saponin, dan terpenoid<\/strong> \u2014 semuanya memiliki mekanisme antibakteri yang berbeda namun saling melengkapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak diencerkan menjadi tiga konsentrasi: 8,5%, 17%, dan 34%. Bakteri <em>P. aeruginosa<\/em> ATCC 10145 yang diperoleh dari Lab Riset Terpadu FKG UGM kemudian dipaparkan pada masing-masing konsentrasi selama 24 jam pada suhu 37\u00b0C.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengukuran hidrofobisitas dilakukan dengan metode <em>drop-profile analysis<\/em>: suspensi bakteri didepositkan ke membran filter selulosa asetat, lalu ditetesi akuades sebanyak 6 mikroliter. Sudut kontak yang terbentuk antara tetesan air dan permukaan filter diukur menggunakan perangkat lunak <em>Image-J<\/em>. Logikanya sederhana: semakin besar sudut kontak, semakin tinggi hidrofobisitas bakteri; semakin kecil sudutnya, semakin lemah kemampuan bakteri untuk menempel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Angka-Angka yang Bicara<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Hasilnya tegas. Kelompok kontrol negatif, yang hanya terpapar akuades, menunjukkan sudut kontak sebesar <strong>79,6\u00b0<\/strong> \u2014 tertinggi di antara semua kelompok. Setelah dipapar ekstrak lidah buaya 8,5%, sudut kontak turun menjadi <strong>60,5\u00b0<\/strong>. Pada konsentrasi 17%, turun lagi ke <strong>47,8\u00b0<\/strong>. Dan pada konsentrasi tertinggi, 34%, sudut kontak mencapai angka terendah: <strong>38,7\u00b0<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Uji statistik <em>One-way ANOVA<\/em> mengonfirmasi bahwa perbedaan antar kelompok signifikan secara statistik (p &lt; 0,05). Uji <em>post hoc<\/em> LSD lebih lanjut membuktikan bahwa konsentrasi 34% adalah yang paling efektif dalam menekan hidrofobisitas bakteri.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Menurunnya hidrofobisitas pada bakteri P. aeruginosa ATCC 10145 akan mengakibatkan penurunan perlekatan bakteri pada inang, dan diharapkan juga dapat menurunkan tingkat virulensi bakteri tersebut.&#8221; \u2014 Tim Peneliti FKG UGM, dalam publikasi MKGK (Clinical Dental Journal) UGM, Vol. 8 No. 2, Agustus 2022<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Mekanisme di balik penurunan ini melibatkan kerja kolektif keempat senyawa aktif lidah buaya. Tanin berinteraksi dengan protein dan lipid membran sel bakteri, mengubah permeabilitas sel hingga ion dan makromolekul bocor keluar. Flavonoid mengubah struktur tersier protein di permukaan bakteri, menghilangkan sifat hidrofobiknya. Saponin merusak integritas membran sel. Sementara terpenoid bereaksi langsung dengan porin, protein trans-membran yang menjadi &#8220;pintu masuk&#8221; berbagai molekul ke dalam sel bakteri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Potensi Besar, Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Temuan ini membuka peluang menarik: ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai antiseptik alternatif untuk dekontaminasi <em>Dental Unit Waterline<\/em>, menggantikan atau melengkapi bahan kimia yang selama ini digunakan. Ini penting, mengingat infeksi nosokomial yang bersumber dari peralatan klinik gigi masih menjadi tantangan nyata di fasilitas kesehatan, termasuk di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun para peneliti juga jujur soal keterbatasan studi ini. Konsentrasi 34% yang terbukti paling efektif belum diuji toksisitasnya. Seberapa aman kadar itu bagi jaringan mulut manusia? Berapa konsentrasi optimum yang efektif sekaligus tidak berbahaya? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu jawaban dari penelitian lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lidah buaya yang selama ini dikenal sebagai tanaman hias dan bahan kosmetik kini menapak masuk ke ruang yang lebih serius: laboratorium riset kedokteran gigi. Apakah ia akan bertahan sebagai kandidat antiseptik klinis yang layak, akan sangat bergantung pada seberapa jauh para ilmuwan bersedia menggali lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : &#8211;<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Freepik <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Air yang mengalir dari selang dental unit di klinik gigi terasa jernih dan bersih. Tapi di balik kejernihan itu, sebuah ancaman diam-diam bersembunyi: Pseudomonas aeruginosa, bakteri oportunistik yang mampu membangun koloni di dalam saluran air peralatan gigi dan memicu infeksi serius pada pasien dengan daya tahan tubuh lemah. Pertanyaannya: apakah tanaman lidah buaya yang tumbuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20280,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[302,305,307,289,297],"class_list":["post-20279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-15-kehidupan-di-darat","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Air yang mengalir dari selang dental unit di klinik gigi terasa jernih dan bersih. Tapi di balik kejernihan itu, sebuah ancaman diam-diam bersembunyi: Pseudomonas aeruginosa, bakteri oportunistik yang mampu membangun koloni di dalam saluran air peralatan gigi dan memicu infeksi serius pada pasien dengan daya tahan tubuh lemah. Pertanyaannya: apakah tanaman lidah buaya yang tumbuh [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T01:41:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T01:41:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM\",\"datePublished\":\"2026-07-16T01:41:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T01:41:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"},\"wordCount\":789,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 15: Kehidupan di Darat\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\",\"name\":\"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T01:41:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T01:41:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Detailed shot of a woman eats fresh green cucumber, close-up.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Air yang mengalir dari selang dental unit di klinik gigi terasa jernih dan bersih. Tapi di balik kejernihan itu, sebuah ancaman diam-diam bersembunyi: Pseudomonas aeruginosa, bakteri oportunistik yang mampu membangun koloni di dalam saluran air peralatan gigi dan memicu infeksi serius pada pasien dengan daya tahan tubuh lemah. Pertanyaannya: apakah tanaman lidah buaya yang tumbuh [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T01:41:29+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T01:41:31+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM","datePublished":"2026-07-16T01:41:29+00:00","dateModified":"2026-07-16T01:41:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"},"wordCount":789,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 15: Kehidupan di Darat","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","name":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-16T01:41:29+00:00","dateModified":"2026-07-16T01:41:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/detailed-shot-woman-eats-fresh-cucumber-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"Detailed shot of a woman eats fresh green cucumber, close-up."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/lidah-buaya-vs-bakteri-berbahaya-di-kursi-dokter-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lidah Buaya vs. Bakteri Berbahaya di Kursi Dokter Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20279"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20281,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20279\/revisions\/20281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}