{"id":20260,"date":"2026-07-16T08:32:46","date_gmt":"2026-07-16T01:32:46","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20260"},"modified":"2026-07-16T08:32:48","modified_gmt":"2026-07-16T01:32:48","slug":"riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/","title":{"rendered":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dari 430 anak yang diperiksa di sekolah-sekolah dasar Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari separuhnya sudah pernah mengalami karies. Yang mengejutkan bukan angkanya, melainkan temuan di baliknya: anak yang punya riwayat karies sebelumnya memiliki risiko empat kali lebih besar untuk kembali mengalami karies dibandingkan anak yang giginya bersih. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin dari pola yang terus berulang karena tidak pernah benar-benar diputus.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian yang diterbitkan dalam <em>Indonesian Dentistry Magazine<\/em> pada Agustus 2016 ini melibatkan Prof. Dr. drg. Al. Supartinah, Sp.KGA dari Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu peneliti. Bersama Quroti A&#8217;yun dan Julita Hendrartini, tim ini memetakan secara sistematis faktor-faktor apa saja yang mendorong seorang anak masuk ke dalam zona risiko karies tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mulut Anak Menyimpan Catatan Masa Lalu<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tiga kondisi rongga mulut diukur dalam penelitian ini: pH saliva, jumlah plak, dan pengalaman karies. Ketiganya terbukti berpengaruh secara statistik terhadap risiko karies.<\/p>\n\n\n\n<p>pH saliva yang rendah, di bawah 6,5, menandakan lingkungan mulut yang asam dan rentan terhadap demineralisasi email gigi. Namun menariknya, sebagian besar anak dalam sampel ini justru memiliki pH saliva basa, di atas 6,5, karena produksi saliva pada usia 10-12 tahun masih cukup tinggi dan berfungsi sebagai penyangga alami. Meski begitu, mereka yang pH salivanya rendah tetap menunjukkan risiko karies hampir dua kali lipat lebih tinggi (POR=1,932).<\/p>\n\n\n\n<p>Plak adalah faktor yang lebih langsung. Anak dengan indeks plak tinggi, diukur menggunakan PHP Modified Index, berisiko 2,4 kali lebih besar terkena karies. Plak yang tidak dibersihkan akan menurunkan pH permukaan gigi secara lokal, dan butuh 30 hingga 60 menit untuk kembali ke kondisi netral. Jika asupan gula terus masuk sebelum gigi sempat pulih, proses demineralisasi berjalan tanpa henti.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun pengalaman karies, yang diukur lewat indeks DMF-T dan def-t, adalah prediktor paling kuat dalam penelitian ini. Nilai POR-nya mencapai 4,048. Gigi yang pernah rusak menyimpan lebih banyak bakteri penghasil asam, sehingga membuat seluruh lingkungan mulut lebih agresif terhadap gigi yang tersisa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tangan Ibu di Balik Setiap Suapan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Peran ibu dalam penelitian ini bukan sekadar pelengkap. Dua dari tiga dimensi perilaku ibu yang diukur terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko karies anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Perilaku ibu dalam memanfaatkan layanan kesehatan gigi anak menjadi faktor yang menonjol. Sebanyak 59 persen ibu dalam sampel ini tidak pernah mengajak anaknya periksa ke dokter gigi. Akibatnya, masalah kecil di rongga mulut tidak pernah tertangkap lebih awal. Risiko karies pada anak yang ibunya jarang memanfaatkan layanan ini hampir dua kali lebih tinggi (POR=1,876).<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihan makanan yang disediakan ibu juga berbicara keras. Meski 90 persen ibu memberi sayur setiap makan, 63 persen tetap membuatkan minuman manis untuk anak mereka. Lebih dari separuh ibu tidak membekali anak saat ke sekolah, yang berarti anak cenderung mengonsumsi makanan kariogenik dari kantin. Survei terpisah di Kabupaten Sleman bahkan menemukan bahwa 94 warung sekolah dasar di wilayah itu menyediakan makanan yang bersifat kariogenik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Semakin buruk pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi anak oleh ibu, semakin tinggi risiko karies pada anak.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Satu temuan yang sedikit mengejutkan: perilaku ibu dalam <em>pemeliharaan<\/em> kesehatan gigi anak, seperti mengingatkan sikat gigi atau menyediakan pasta gigi berfluoride, tidak terbukti berpengaruh signifikan secara statistik. Para peneliti menduga hal ini terjadi karena anak usia sekolah mulai lebih banyak mendapat informasi dari luar, termasuk media elektronik, sehingga pengaruh langsung ibu di rumah tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi gigi mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Guru UKGS yang Absen, Risiko yang Hadir<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di luar rumah, sekolah seharusnya menjadi benteng kedua. Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dirancang untuk mengisi celah itu: penyuluhan, sikat gigi massal, dan pemeriksaan rutin. Namun data dari lapangan menunjukkan gambaran yang jauh dari ideal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebanyak 56 persen anak menyatakan sekolah mereka tidak pernah mengadakan kegiatan sikat gigi bersama secara rutin. Lebih dari separuh anak juga mengatakan guru mereka tidak pernah mencontohkan cara menyikat gigi yang benar. Hasilnya, pelaksanaan UKGS yang buruk terbukti meningkatkan risiko karies hampir dua kali lipat (POR=1,847).<\/p>\n\n\n\n<p>Satu hal yang tidak berpengaruh signifikan adalah teman sebaya. Berbeda dari dugaan awal, cerita teman tentang pengalaman ke dokter gigi atau kebiasaan makan sehat ternyata tidak cukup kuat menggerakkan perilaku anak usia 10-12 tahun. Pengaruh teman sebaya, menurut penelitian ini, lebih terasa pada usia remaja yang lebih tua, ketika kelompok pertemanan menjadi referensi emosional dan kognitif yang dominan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lingkaran yang Bisa Diputus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian ini memotret karies bukan sebagai masalah kebersihan semata, melainkan sebagai akumulasi dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat setiap hari: apakah ibu membawa anak ke dokter gigi, apa yang tersedia di meja makan, apakah guru di sekolah menyempatkan diri mengajarkan cara menyikat gigi yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan lebih dari separuh keluarga dalam sampel berpenghasilan di bawah satu juta rupiah per bulan, dan mayoritas ibu hanya berpendidikan SMP, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan gigi menjadi hambatan struktural yang nyata. Angka-angka dalam penelitian ini bukan hanya soal plak dan pH saliva. Ia adalah soal siapa yang punya akses, siapa yang tahu, dan siapa yang peduli.<\/p>\n\n\n\n<p>Karies pada anak bisa dicegah. Tetapi pencegahan itu tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"http:\/\/dx.doi.org\/10.22146\/majkedgiind.11267\">http:\/\/dx.doi.org\/10.22146\/majkedgiind.11267<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pexels<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari 430 anak yang diperiksa di sekolah-sekolah dasar Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari separuhnya sudah pernah mengalami karies. Yang mengejutkan bukan angkanya, melainkan temuan di baliknya: anak yang punya riwayat karies sebelumnya memiliki risiko empat kali lebih besar untuk kembali mengalami karies dibandingkan anak yang giginya bersih. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20268,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136,326,330,316,317,332],"tags":[298,300,289,291,293],"class_list":["post-20260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","category-sdg-10","category-sdg-11","category-sdg-3","category-sdg-4","category-sdg-5","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-5-kesetaraan-gender"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari 430 anak yang diperiksa di sekolah-sekolah dasar Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari separuhnya sudah pernah mengalami karies. Yang mengejutkan bukan angkanya, melainkan temuan di baliknya: anak yang punya riwayat karies sebelumnya memiliki risiko empat kali lebih besar untuk kembali mengalami karies dibandingkan anak yang giginya bersih. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T01:32:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T01:32:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1684\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama\",\"datePublished\":\"2026-07-16T01:32:46+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T01:32:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/\"},\"wordCount\":833,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 5: Kesetaraan Gender\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\",\"SDG 10\",\"SDG 11\",\"SDG 3\",\"SDG 4\",\"SDG 5\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/\",\"name\":\"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-16T01:32:46+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T01:32:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1684},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Dari 430 anak yang diperiksa di sekolah-sekolah dasar Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih dari separuhnya sudah pernah mengalami karies. Yang mengejutkan bukan angkanya, melainkan temuan di baliknya: anak yang punya riwayat karies sebelumnya memiliki risiko empat kali lebih besar untuk kembali mengalami karies dibandingkan anak yang giginya bersih. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-16T01:32:46+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T01:32:48+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1684,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama","datePublished":"2026-07-16T01:32:46+00:00","dateModified":"2026-07-16T01:32:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/"},"wordCount":833,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 5: Kesetaraan Gender"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru","SDG 10","SDG 11","SDG 3","SDG 4","SDG 5"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/","name":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-16T01:32:46+00:00","dateModified":"2026-07-16T01:32:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-aryan-sharma-471587287-16822813-scaled.jpg","width":2560,"height":1684},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/riwayat-karies-anak-empat-kali-lebih-berisiko-terulang-ibu-jadi-penentu-utama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Riwayat Karies Anak Empat Kali Lebih Berisiko Terulang, Ibu Jadi Penentu Utama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20260"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20275,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20260\/revisions\/20275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}