{"id":20210,"date":"2026-07-15T15:31:39","date_gmt":"2026-07-15T08:31:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20210"},"modified":"2026-07-15T15:31:41","modified_gmt":"2026-07-15T08:31:41","slug":"gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/","title":{"rendered":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif"},"content":{"rendered":"<p>Seorang pria berusia 29 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan keluhan gigi geraham kanan bawah yang terasa nyeri spontan dan sudah diberi tambalan sementara oleh dokter gigi umum. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya fistula pada gusi bagian pipi, kedalaman poket mencapai 6 mm, serta hasil positif pada tes perkusi. Gambaran rontgen memperlihatkan area gelap di sekitar furkasi, yaitu daerah percabangan akar gigi, disertai resorpsi akar eksternal. Kondisi ini bukan sekadar gigi berlubang biasa, ini adalah kasus kombinasi antara kerusakan jaringan pulpa dan jaringan penyangga gigi yang jika dibiarkan bisa berujung pada pencabutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kondisi inilah drg. Henytaria Fajrianti, Sp.KG beserta tim dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi FKG UGM menyusun strategi penanganan yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional <em>Case Reports in Dentistry<\/em>\u00a0pada tahun 2024, sebagai bukti bahwa gigi dengan kerusakan kompleks masih bisa dipertahankan dengan pendekatan bedah regeneratif yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus ini tergolong rumit karena melibatkan dua kondisi sekaligus. Lesi endo-perio dan resorpsi akar inflamatoris eksternal. Lesi endo-perio terjadi saat infeksi pada saluran akar menyebar ke jaringan periodontal, yaitu jaringan penyangga gigi yang terdiri dari tulang alveolar, ligamen periodontal, dan sementum. Sebaliknya, kerusakan dari sisi periodontal juga bisa merembet masuk ke pulpa. Keduanya berasal dari jaringan mesodermal yang sama sehingga saat satu sisi terinfeksi, sisi lain mudah ikut terdampak.<\/p>\n\n\n\n<p>Resorpsi akar eksternal inflamatoris sendiri adalah proses di mana jaringan keras akar gigi, yakni sementum dan dentin, terkikis oleh sel-sel tertentu yang disebut dentoklas, akibat peradangan kronis di sekitar permukaan akar. Pada pasien ini, kebiasaan mengunyah hanya di sisi kanan dan riwayat perawatan ortodonti sebelumnya diduga menjadi faktor yang memperberat kondisi tersebut. Infeksi yang tidak ditangani dalam jangka panjang memperparah kerusakan hingga menyentuh area furkasi dengan keterlibatan furkasi derajat II.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim memilih pendekatan dua tahap. Tahap pertama adalah perawatan saluran akar secara bedah. Akses kavitas dibuka, saluran akar dinegosiasi dan dibentuk menggunakan instrumen rotari ProTaper Gold, lalu diirigasi dengan larutan natrium hipoklorit 2,5%, EDTA 17%, dan klorheksidin 2% untuk membasmi bakteri secara menyeluruh. Obturasi atau pengisian saluran akar dilakukan dengan siler berbasis epoksi resin.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun tiga bulan kemudian, fistula muncul kembali. Ini menjadi tanda bahwa kerusakan di area furkasi belum tuntas tertangani hanya dengan perawatan saluran akar. Pemeriksaan CBCT, yaitu pencitraan tiga dimensi resolusi tinggi, memperlihatkan lesi periapical yang meluas ke arah distal, resorpsi eksternal di furkasi, dan kehilangan tulang pada sepertiga servikal sisi bukal.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap kedua pun dimulai, bedah regeneratif. Dilakukan insisi sulkular pada gigi 45 dan 47, diikuti flap modifikasi Widman pada gigi 46. Setelah flap dibuka sepenuhnya, debridemen dilakukan menggunakan kuret Gracey dan scaler ultrasonik untuk membersihkan seluruh jaringan granulasi dari area furkasi. Area resorpsi pada permukaan akar kemudian ditutup dengan Biodentine, sebuah material berbasis kalsium silikat yang mampu meniru sifat dentin dan menstimulasi pembentukan jaringan keras baru.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Regenerative agents, such as DFDBA, also show promise for the treatment of bone defects in endo\u2013perio lesions.&#8221; <\/em>drg. Henytaria Fajrianti, Sp.KG, dkk., Case Reports in Dentistry, 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Biodentine mengeras, akar dikondisikan dengan gel EDTA lalu dibilas salin. Cangkok tulang DFDBA, singkatan dari <em>demineralized freeze-dried bone allograft<\/em>, yang diproduksi oleh Batan Indonesia, diisikan ke dalam defek tulang di furkasi hingga penuh, kemudian ditutup dengan membran kolagen untuk melindungi proses regenerasi dari gangguan sel epitel. Flap dijahit kembali, dan area bedah ditutup dengan periodontal dressing.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil yang dicapai melampaui ekspektasi awal. Satu bulan setelah operasi, kedalaman poket turun dari 6 mm menjadi 2 mm, dan tidak ada tanda-tanda peradangan. Tiga bulan kemudian, pemeriksaan CBCT menunjukkan area yang sebelumnya gelap di furkasi dan periapeks mulai berubah menjadi lebih terang, pertanda adanya pembentukan tulang baru. Pada kontrol enam bulan, tulang di area periapeks terlihat padat dengan gambaran yang menyerupai trabekula tulang normal di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahkota gigi dari bahan komposit dipasang satu bulan setelah operasi, dan pasien tidak melaporkan keluhan apa pun hingga akhir masa pemantauan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan ini tidak lepas dari peran masing-masing material. DFDBA bekerja dengan dua mekanisme sekaligus, osteokonduktif, yaitu menjadi kerangka tempat tulang baru tumbuh, dan osteoinduktif, yaitu merangsang pembentukan tulang melalui protein morfogenetik tulang yang terlepas saat proses demineralisasi. Biodentine, di sisi lain, mengisi dan menutup area resorpsi pada permukaan akar sekaligus mendorong pembentukan jaringan keras baru dari dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus ini melibatkan kolaborasi lintas departemen, Ilmu Konservasi Gigi, Periodonsia, dan Radiologi Dentomaksilofasial dari FKG UGM, serta Periodonsia dari Universitas Brawijaya. Penanganan lesi endo-perio memang tidak bisa tuntas hanya dari satu sudut pandang. Diagnosis yang salah atau urutan perawatan yang keliru bisa memperburuk prognosis, bahkan mengakibatkan pencabutan gigi yang sebenarnya masih bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim peneliti mengakui ada keterbatasan dalam laporan ini: masa pemantauan baru enam bulan, sementara regenerasi tulang yang sempurna umumnya baru terlihat setelah lebih dari satu tahun. Namun hasil yang ada sudah cukup untuk menunjukkan arah, pendekatan bedah regeneratif dengan kombinasi DFDBA dan Biodentine membuka kemungkinan nyata untuk mempertahankan gigi yang sebelumnya tampak tak tertolong. Sebuah pengingat bahwa di balik gigi yang terasa sakit dan terlihat rusak parah, ada peluang pemulihan yang masih bisa diperjuangkan, asalkan diagnosis dilakukan lebih awal dan penanganan tidak ditunda.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : FreePik<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1155\/2024\/1048933\">https:\/\/doi.org\/10.1155\/2024\/1048933<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pria berusia 29 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan keluhan gigi geraham kanan bawah yang terasa nyeri spontan dan sudah diberi tambalan sementara oleh dokter gigi umum. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya fistula pada gusi bagian pipi, kedalaman poket mencapai 6 mm, serta hasil positif pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20235,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seorang pria berusia 29 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan keluhan gigi geraham kanan bawah yang terasa nyeri spontan dan sudah diberi tambalan sementara oleh dokter gigi umum. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya fistula pada gusi bagian pipi, kedalaman poket mencapai 6 mm, serta hasil positif pada [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T08:31:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-15T08:31:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"547\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"317\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif\",\"datePublished\":\"2026-07-15T08:31:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T08:31:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/\"},\"wordCount\":843,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/\",\"name\":\"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png\",\"datePublished\":\"2026-07-15T08:31:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T08:31:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png\",\"width\":547,\"height\":317},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Seorang pria berusia 29 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan keluhan gigi geraham kanan bawah yang terasa nyeri spontan dan sudah diberi tambalan sementara oleh dokter gigi umum. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya fistula pada gusi bagian pipi, kedalaman poket mencapai 6 mm, serta hasil positif pada [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-15T08:31:39+00:00","article_modified_time":"2026-07-15T08:31:41+00:00","og_image":[{"width":547,"height":317,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png","type":"image\/png"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif","datePublished":"2026-07-15T08:31:39+00:00","dateModified":"2026-07-15T08:31:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/"},"wordCount":843,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/","name":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png","datePublished":"2026-07-15T08:31:39+00:00","dateModified":"2026-07-15T08:31:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_cigdogcigdogcigd-e1784104289367.png","width":547,"height":317},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/gigi-yang-hampir-hilang-diselamatkan-dengan-cangkok-tulang-dan-material-bioaktif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gigi yang Hampir Hilang Diselamatkan dengan Cangkok Tulang dan Material Bioaktif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20237,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20210\/revisions\/20237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}