{"id":20185,"date":"2026-07-15T14:45:06","date_gmt":"2026-07-15T07:45:06","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20185"},"modified":"2026-07-15T14:45:08","modified_gmt":"2026-07-15T07:45:08","slug":"minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/","title":{"rendered":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bayangkan sebuah sel imun yang seharusnya jadi garda terdepan pertahanan tubuh, tiba-tiba kehilangan kemampuannya mengenali musuh. Itulah yang terjadi dalam sebuah eksperimen laboratorium yang dilakukan oleh Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D dari Bagian Biologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Objeknya sederhana: minyak atsiri dari rimpang kencur, tanaman yang selama ini lebih akrab di dapur dan jamu tradisional. Hasilnya, tidak sesederhana yang dibayangkan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kencur, Bakteri Periodontal, dan Sel yang Tak Lagi Mengenali Lawan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian ini berpusat pada dua aktor utama: makrofag peritoneal mencit Balb\/C dan bakteri <em>Actinobacillus actinomycetemcomitans<\/em>, patogen Gram negatif yang dikenal sebagai salah satu biang keladi penyakit periodontal. Bakteri ini bukan tamu biasa di rongga mulut. Ia ditemukan pada jaringan gingiva penderita <em>juvenile periodontitis<\/em>, <em>adult periodontitis<\/em>, and <em>prepubertal periodontitis<\/em>, dan mampu menstimulasi sel tubuh untuk memproduksi mediator inflamasi yang berujung pada destruksi jaringan ikat serta resorpsi tulang alveolar.<\/p>\n\n\n\n<p>Makrofag, di sisi lain, adalah sel yang dalam kondisi normal bertugas &#8220;menelan&#8221; bakteri patogen melalui proses fagositosis. Ia mengenali bakteri lewat reseptor permukaan sel, termasuk molekul CD14 yang spesifik terhadap kompleks lipopolisakarida bakteri. Begitu bakteri terdeteksi, makrofag akan menelannya, lalu mengaktifkan kaskade respons imun.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan Prof. Tetiana sederhana namun tajam: apa yang terjadi pada kemampuan fagositosis makrofag jika sebelumnya sel itu &#8220;dicekoki&#8221; minyak atsiri kencur?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Destilasi hingga Petri 24 Sumuran<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menjawab pertanyaan itu, minyak atsiri kencur diperoleh melalui destilasi dan dilarutkan dalam polietilen glikol (PEG) 5% dengan tiga konsentrasi berbeda: 5%, 10%, dan 20%. Sel makrofag dengan konsentrasi 5\u00d710\u2075 sel per sumuran dikultur dalam petri 24 sumuran, diinkubasi 24 jam pada suhu 37\u00b0C dengan kandungan CO\u2082 5%.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah inkubasi, minyak atsiri kencur ditambahkan dan dibiarkan bekerja selama 15 menit. Lalu, bakteri <em>A. actinomycetemcomitans<\/em> strain Y4 sebanyak 10\u2076 sel dimasukkan ke dalam suspensi, dan inkubasi dilanjutkan 30 menit. Sel kemudian difiksasi dengan metanol, diwarnai Giemsa 20%, dan diamati di bawah mikroskop cahaya. Dua hal yang dihitung: berapa makrofag dari 100 sel yang berhasil memfagosit bakteri, dan berapa bakteri yang difagosit oleh tiap makrofag yang aktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya muncul dalam angka yang bicara sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kelompok kontrol tanpa minyak atsiri, rata-rata 54,89 sel makrofag dari 100 sel berhasil memfagosit bakteri. Angka itu turun menjadi 40,33 pada konsentrasi 5%, lalu anjlok ke 15,22 pada konsentrasi 10%, dan sedikit naik ke 15,89 pada konsentrasi 20%. Jumlah bakteri yang difagosit per sel makrofag pun mengikuti pola serupa: dari rata-rata 3,54 bakteri per sel pada kontrol, menjadi 2,71 pada konsentrasi 5%, 2,78 pada 10%, dan 2,52 pada 20%.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Minyak atsiri kencur mampu menurunkan aktivitas fagositosis sel makrofag mencit terhadap A. actinomycetemcomitans in vitro. Konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang efektif dalam menurunkan aktivitas fagositosis.&#8221; \u2014 Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D, Bagian Biologi Mulut FKG UGM<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Uji ANOVA dan analisis <em>Least Significance Difference<\/em> (LSD) mengkonfirmasi bahwa perbedaan ini signifikan secara statistik (p&lt;0,05), terutama pada konsentrasi 10% dan 20% dibanding kontrol.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Makrofag Bisa &#8220;Lupa&#8221; Mengenali Bakteri?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mekanisme pastinya belum terungkap sepenuhnya dari penelitian ini, namun Prof. Tetiana menawarkan hipotesis yang masuk akal: zat aktif dalam minyak atsiri kencur, termasuk <em>ethyl ester cinnamic acid<\/em> and <em>ethyl ester p-methoxycinnamic acid<\/em>, kemungkinan mengganggu stabilitas protein permukaan membran sel makrofag. Ketika reseptor-reseptor pada permukaan sel terganggu, makrofag kehilangan kemampuannya mengenali bakteri <em>A. actinomycetemcomitans<\/em>. Tidak ada pengenalan, tidak ada fagositosis.<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini membuka perspektif yang menarik sekaligus hati-hati. Di satu sisi, reaksi fagositosis yang berlebihan justru berbahaya: makrofag yang teraktivasi akan melepaskan enzim dan sitokin seperti IL-1 dan TNF-\u03b1 dalam jumlah besar ke jaringan ekstraseluler, yang pada akhirnya memicu destruksi jaringan, bukan penyembuhan. Dalam konteks itulah kencur bisa dibayangkan sebagai agen imunomodulator, yakni bahan yang memodulasi, bukan sekadar menekan atau merangsang, respons imun.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, pertanyaan kritis tetap terbuka: jika fagositosis diturunkan terlalu dalam, apakah bakteri patogen justru mendapat ruang untuk berkembang lebih bebas? Batas antara modulasi yang terapeutik dan penekanan yang kontraproduktif adalah wilayah yang masih perlu dijelajahi lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jamu Tradisional dengan Pertanyaan Ilmiah yang Belum Selesai<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kencur sudah lama dipakai masyarakat Indonesia untuk mengatasi sakit kepala, sakit perut, sakit gigi, hingga reumatik. Kebiasaan ini bukan tanpa dasar; turunan sinamat dalam minyak atsirinya memang diketahui memiliki aktivitas antipiretik dan analgetik. Namun data empiris tentang efek imunomodulatornya di level seluler baru mulai terkuak lewat penelitian seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian Prof. Tetiana memberikan titik pijak awal yang penting: kencur bukan sekadar bumbu atau jamu penenang, melainkan kandidat agen imunomodulator yang cara kerjanya perlu dipahami dengan lebih cermat sebelum bisa diterjemahkan ke aplikasi klinis. Jalan dari petri dish laboratorium ke kursi perawatan pasien periodontal masih panjang, tetapi setidaknya kini sudah ada peta awalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : &#8211;<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Pixels <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah sel imun yang seharusnya jadi garda terdepan pertahanan tubuh, tiba-tiba kehilangan kemampuannya mengenali musuh. Itulah yang terjadi dalam sebuah eksperimen laboratorium yang dilakukan oleh Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D dari Bagian Biologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Objeknya sederhana: minyak atsiri dari rimpang kencur, tanaman yang selama ini lebih akrab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20188,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[302,305,289,291,297],"class_list":["post-20185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-15-kehidupan-di-darat","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan sebuah sel imun yang seharusnya jadi garda terdepan pertahanan tubuh, tiba-tiba kehilangan kemampuannya mengenali musuh. Itulah yang terjadi dalam sebuah eksperimen laboratorium yang dilakukan oleh Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D dari Bagian Biologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Objeknya sederhana: minyak atsiri dari rimpang kencur, tanaman yang selama ini lebih akrab [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T07:45:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-15T07:45:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh\",\"datePublished\":\"2026-07-15T07:45:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T07:45:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/\"},\"wordCount\":743,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 15: Kehidupan di Darat\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/\",\"name\":\"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-15T07:45:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T07:45:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan sebuah sel imun yang seharusnya jadi garda terdepan pertahanan tubuh, tiba-tiba kehilangan kemampuannya mengenali musuh. Itulah yang terjadi dalam sebuah eksperimen laboratorium yang dilakukan oleh Prof. drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D dari Bagian Biologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Objeknya sederhana: minyak atsiri dari rimpang kencur, tanaman yang selama ini lebih akrab [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-15T07:45:06+00:00","article_modified_time":"2026-07-15T07:45:08+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh","datePublished":"2026-07-15T07:45:06+00:00","dateModified":"2026-07-15T07:45:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/"},"wordCount":743,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 15: Kehidupan di Darat","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/","name":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-15T07:45:06+00:00","dateModified":"2026-07-15T07:45:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-turek3024-8695763-scaled.jpg","width":2560,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/minyak-kencur-di-bawah-mikroskop-saat-tanaman-dapur-meredam-penjaga-imun-tubuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Minyak Kencur di Bawah Mikroskop: Saat Tanaman Dapur Meredam Penjaga Imun Tubuh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20189,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20185\/revisions\/20189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}