{"id":20132,"date":"2026-07-15T13:58:50","date_gmt":"2026-07-15T06:58:50","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20132"},"modified":"2026-07-15T13:58:52","modified_gmt":"2026-07-15T06:58:52","slug":"pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/","title":{"rendered":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda"},"content":{"rendered":"<p>Bagi banyak orang, gigi putih bukan sekadar soal kesehatan, ini soal kepercayaan diri. Tapi di balik prosedur <em>in-office bleaching<\/em>\u00a0yang populer itu, ada risiko yang jarang dibicarakan. Hilangnya mineral penyusun gigi. Penelitian yang diterbitkan dalam <em>Majalah Kedokteran Gigi<\/em>\u00a0(Desember 2014) oleh Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes. bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengungkap bahwa penggunaan hidrogen peroksida 40% dalam prosedur pemutihan gigi di klinik menyebabkan kehilangan mineral yang signifikan. Yang lebih penting, penelitian ini menemukan cara untuk meminimalkan kerusakan tersebut, yakni dengan penggunaan <em>desensitizing agent<\/em>\u00a0mengandung fluor, dioleskan sebelum dan sesudah tindakan bleaching dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapa yang belum pernah mendengar keluhan gigi linu setelah perawatan pemutihan? Rasa ngilu itu bisa berlangsung antara 4 hingga 39 hari. Selama ini, keluhan tersebut diatasi dengan <em>desensitizing agent<\/em>, yaitu bahan yang dioleskan pada gigi untuk mengurangi sensitivitas. Namun ada persoalan yang lebih dalam dari sekadar rasa linu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hidrogen peroksida konsentrasi tinggi yang dipakai dalam prosedur <em>in-office bleaching<\/em>\u00a0tidak hanya memutihkan gigi. Bahan ini juga mengubah struktur hidroksiapatit, yaitu mineral utama penyusun gigi, dan menurunkan kadar kalsium serta fluor di dalam jaringan keras gigi. Ketika mineral berkurang, tubulus dentinalis, yakni saluran-saluran kecil di dalam lapisan dentin, akan melebar. Kondisi inilah yang membuat gigi lebih mudah terasa ngilu dan lebih rentan terhadap bakteri maupun bahan kimia yang bisa menembus ke arah pulpa, atau bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Singkatnya, rasa linu yang sudah mereda bukan berarti gigi sudah pulih sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes. dan tim membagi spesimen gigi premolar pertama maksila ke dalam empat kelompok perlakuan. Dua kelompok mendapat <em>desensitizing agent<\/em>&nbsp;tanpa fluor (CPP-ACP), sementara dua kelompok lainnya mendapat <em>desensitizing agent<\/em>&nbsp;mengandung fluor (CPP-ACFP). Pada masing-masing jenis bahan, satu kelompok mendapat aplikasi hanya sesudah bleaching, satu kelompok lagi mendapat aplikasi sebelum dan sesudah bleaching.<\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan mineral gigi diukur menggunakan <em>X-Ray Diffraction<\/em>\u00a0(XRD) di Laboratorium Geologi Fakultas Teknik UGM, sebelum dan sesudah perlakuan. Hasilnya cukup mengejutkan. Kelompok yang hanya mendapat CPP-ACP sesudah bleaching mengalami penurunan mineral paling drastis, dari 72,95% menjadi hanya 22,88%. Sebaliknya, kelompok yang mendapat CPP-ACFP sebelum dan sesudah bleaching menunjukkan kehilangan mineral paling kecil, dari 69% menjadi 64,4%. Perbedaan ini bermakna secara statistik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Desensitizing agent mengandung F sebelum dan sesudah perlakuan in office bleaching menunjukkan penurunan mineral paling kecil.&#8221;<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan antara CPP-ACP dan CPP-ACFP terletak pada keberadaan ion fluor. Ketika fluor hadir, mineral yang terbentuk bukan lagi hidroksiapatit biasa, melainkan fluorapatit, yang lebih keras dan lebih tahan terhadap pelarutan asam. Fluor juga aktif membatasi proses demineralisasi sekaligus merangsang remineralisasi, dibantu oleh ion kalsium dan fosfat yang sudah terkandung dalam bahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini menegaskan satu hal yang sering diabaikan dalam praktik klinis: urutan dan waktu aplikasi <em>desensitizing agent<\/em>&nbsp;sama pentingnya dengan jenis bahan yang dipilih. Mengaplikasikan CPP-ACFP hanya sesudah bleaching sudah lebih baik daripada CPP-ACP saja, tapi hasilnya masih jauh di bawah jika dibandingkan dengan protokol dua tahap: sebelum dan sesudah bleaching.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa demikian? Aplikasi sebelum bleaching memberikan lapisan perlindungan awal pada permukaan gigi, sehingga ketika bahan bleaching bekerja, mineral gigi tidak langsung terpapar tanpa perlindungan. Aplikasi sesudah bleaching kemudian berfungsi untuk memulihkan mineral yang tetap hilang selama prosedur berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini juga mencatat bahwa dentin peritubular, yaitu lapisan dentin yang mengelilingi tubulus, lebih tahan terhadap hidrogen peroksida dibandingkan dentin intertubular. Hal ini disebabkan kandungan mineralnya yang lebih tinggi dan kadar kolagen yang lebih rendah. Sementara dentin intertubular, yang tersusun 92% dari matriks organik berupa kolagen, justru lebih rentan mengalami kerusakan akibat oksidasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosedur pemutihan gigi di klinik tidak perlu dihindari, tapi perlu dilakukan dengan protokol yang tepat. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang jelas: penggunaan <em>desensitizing agent<\/em>&nbsp;mengandung fluor, dioleskan sebelum dan sesudah tindakan <em>in-office bleaching<\/em>, terbukti secara bermakna meminimalkan kehilangan mineral gigi dibandingkan protokol lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : FreePik<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi banyak orang, gigi putih bukan sekadar soal kesehatan, ini soal kepercayaan diri. Tapi di balik prosedur in-office bleaching\u00a0yang populer itu, ada risiko yang jarang dibicarakan. Hilangnya mineral penyusun gigi. Penelitian yang diterbitkan dalam Majalah Kedokteran Gigi\u00a0(Desember 2014) oleh Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes. bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengungkap bahwa penggunaan hidrogen peroksida [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20144,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi banyak orang, gigi putih bukan sekadar soal kesehatan, ini soal kepercayaan diri. Tapi di balik prosedur in-office bleaching\u00a0yang populer itu, ada risiko yang jarang dibicarakan. Hilangnya mineral penyusun gigi. Penelitian yang diterbitkan dalam Majalah Kedokteran Gigi\u00a0(Desember 2014) oleh Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes. bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengungkap bahwa penggunaan hidrogen peroksida [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T06:58:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-15T06:58:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1186\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda\",\"datePublished\":\"2026-07-15T06:58:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T06:58:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/\"},\"wordCount\":633,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/\",\"name\":\"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-15T06:58:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T06:58:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg\",\"width\":1707,\"height\":1186},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bagi banyak orang, gigi putih bukan sekadar soal kesehatan, ini soal kepercayaan diri. Tapi di balik prosedur in-office bleaching\u00a0yang populer itu, ada risiko yang jarang dibicarakan. Hilangnya mineral penyusun gigi. Penelitian yang diterbitkan dalam Majalah Kedokteran Gigi\u00a0(Desember 2014) oleh Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes. bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada mengungkap bahwa penggunaan hidrogen peroksida [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-15T06:58:50+00:00","article_modified_time":"2026-07-15T06:58:52+00:00","og_image":[{"width":1707,"height":1186,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda","datePublished":"2026-07-15T06:58:50+00:00","dateModified":"2026-07-15T06:58:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/"},"wordCount":633,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/","name":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg","datePublished":"2026-07-15T06:58:50+00:00","dateModified":"2026-07-15T06:58:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/female-patient-receiving-dental-treatment-1-scaled-e1784098675335.jpg","width":1707,"height":1186},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/pemutih-gigi-di-klinik-bukan-tanpa-risiko-ini-yang-terjadi-pada-mineral-gigi-anda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemutih Gigi di Klinik Bukan Tanpa Risiko: Ini yang Terjadi pada Mineral Gigi Anda"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20145,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20132\/revisions\/20145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}