{"id":20021,"date":"2026-07-15T11:46:10","date_gmt":"2026-07-15T04:46:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20021"},"modified":"2026-07-15T12:28:22","modified_gmt":"2026-07-15T05:28:22","slug":"temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/","title":{"rendered":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jarum suntik, tikus Wistar, dan rimpang kuning keemasan \u2014 kombinasi tak lazim itu ternyata menyimpan jawaban atas pertanyaan lama: bisakah tanaman herbal Indonesia bekerja melawan bakteri penyebab penyakit gusi yang paling agresif?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam <em>Majalah Kedokteran Gigi<\/em> (Juni 2013) menawarkan temuan yang menarik perhatian. Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada membuktikan bahwa minyak atsiri temu putih (<em>Curcuma zedoaria<\/em> Rosc.) mampu menurunkan ekspresi CD4+ pada jaringan gingiva tikus yang terpapar bakteri <em>Aggregatibacter actinomycetemcomitans<\/em> \u2014 bakteri Gram-negatif yang selama ini dikenal sebagai dalang utama periodontitis agresif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Musuh Kecil di Balik Poket Gingiva<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>A. actinomycetemcomitans<\/em> bukan bakteri sembarangan. Ia bersembunyi di plak subgingiva, menghasilkan leukotoksin yang mampu menghancurkan sel polimorfonuklear, makrofag, dan fibroblas sekaligus. Lebih dari 90% kasus periodontitis dengan kehilangan tulang alveolar dan pembentukan poket gingiva ditemukan mengandung bakteri ini. Bahkan pada subjek gingivitis sekalipun, lebih dari 20% area plak subgingiva sudah terkontaminasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah peran CD4+ menjadi krusial. Glikoprotein yang ditemukan pada permukaan sel T <em>helper<\/em>, monosit, makrofag, dan sel dendritik ini bertindak sebagai penanda keparahan inflamasi. Pada jaringan gingiva yang meradang, sekitar 20 hingga 30 persen limfosit yang terisolasi adalah sel T CD4+. Semakin parah inflamasinya, semakin kuat ekspresinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya kemudian bukan sekadar soal bakteri dan sistem imun. Pertanyaannya adalah: dapatkah tanaman yang selama berabad-abad dipakai nenek moyang Indonesia sebagai obat luka dan stomatikum benar-benar mengintervensi proses imunologis ini?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Rimpang ke Preparat Histologis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses penelitian ini dimulai jauh sebelum tikus pertama kali diberi perlakuan. Rimpang temu putih dideterminasi di Bagian Biologi Farmasi Fakultas Farmasi UGM, lalu didistilasi di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM. Dari 2.833 gram rimpang, hanya diperoleh 3 ml minyak atsiri konsentrasi 100% \u2014 angka yang menggambarkan betapa pekatnya kandungan aktif tanaman ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepuluh ekor tikus Wistar jantan usia tiga bulan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan menerima minyak atsiri temu putih dosis 30,6 \u03bcl\/ml setiap hari selama 14 hari, sementara kelompok kontrol hanya mendapat aquabides. Mulai hari ke-7, gingiva anterior mandibula seluruh tikus diolesi 100 \u03bcl suspensi <em>A. actinomycetemcomitans<\/em> sekali sehari selama tujuh hari berturut-turut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari ke-15, tikus dianestesi dan dikorbankan. Jaringan gingiva anterior rahang bawah diambil, difiksasi dalam buffer formalin 10%, didekalsifikasi dengan EDTA 10%, lalu diproses untuk pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan imunohistokimia menggunakan antibodi CD4+ dari <em>Santa Cruz Biotechnology<\/em>, USA. Pengamatan dilakukan di Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran UGM.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gingiva yang Berbicara Lewat Mikroskop<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Hasilnya berbicara gamblang. Secara klinis, gingiva kelompok kontrol pada hari ke-14 masih menunjukkan tanda-tanda gingivitis yang jelas, sementara kelompok perlakuan tampak sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah mikroskop cahaya, perbedaannya makin tajam. Kelompok kontrol memperlihatkan ekspresi CD4+ positif kuat di lamina propria dan stratum basale. Kelompok perlakuan? Hanya ekspresi positif lemah di area lamina propria saja.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Induksi minyak atsiri temu putih dapat menurunkan inflamasi gingiva ditandai dengan penurunan ekspresi CD4+.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian kesimpulan yang ditarik Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO dalam penelitian ini. Tiga mekanisme diduga bekerja secara bersamaan: pertama, daya antimikroba minyak atsiri temu putih langsung menghambat pertumbuhan <em>A. actinomycetemcomitans<\/em>; kedua, kandungan <em>furanodiene<\/em> and <em>furanodienone<\/em> dalam minyak atsiri bekerja sebagai agen anti-inflamasi; ketiga, fraksi aktif temu putih meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag sehingga respons imun tubuh menguat dari dalam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Herbal Leluhur, Potensi yang Belum Habis Digali<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian ini membuka perspektif baru tentang posisi temu putih dalam khasanah fitofarmaka Indonesia. Tanaman yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur dan obat tradisional ternyata menyimpan mekanisme kerja yang terukur secara imunologis \u2014 bukan sekadar klaim empiris turun-temurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, dari model tikus ke aplikasi klinis pada manusia masih terbentang jarak yang panjang. Dosis, formulasi, dan uji keamanan jangka panjang adalah pekerjaan rumah yang belum selesai. Tapi data histologis yang dihasilkan Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO memberikan pijakan ilmiah yang solid untuk melangkah lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebotol kecil minyak atsiri kuning keemasan dari 2.833 gram rimpang \u2014 dan di dalamnya, mungkin, tersimpan masa depan terapi periodontal berbasis alam yang selama ini kita lewatkan begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22146\/majkedgiind.8193\">https:\/\/doi.org\/10.22146\/majkedgiind.8193<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : Freepik ( magnific ) <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jarum suntik, tikus Wistar, dan rimpang kuning keemasan \u2014 kombinasi tak lazim itu ternyata menyimpan jawaban atas pertanyaan lama: bisakah tanaman herbal Indonesia bekerja melawan bakteri penyebab penyakit gusi yang paling agresif? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Majalah Kedokteran Gigi (Juni 2013) menawarkan temuan yang menarik perhatian. Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20024,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[302,305,289,291,297],"class_list":["post-20021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-15-kehidupan-di-darat","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jarum suntik, tikus Wistar, dan rimpang kuning keemasan \u2014 kombinasi tak lazim itu ternyata menyimpan jawaban atas pertanyaan lama: bisakah tanaman herbal Indonesia bekerja melawan bakteri penyebab penyakit gusi yang paling agresif? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Majalah Kedokteran Gigi (Juni 2013) menawarkan temuan yang menarik perhatian. Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T04:46:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-15T05:28:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium\",\"datePublished\":\"2026-07-15T04:46:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T05:28:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/\"},\"wordCount\":661,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 15: Kehidupan di Darat\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/\",\"name\":\"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-15T04:46:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T05:28:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Jarum suntik, tikus Wistar, dan rimpang kuning keemasan \u2014 kombinasi tak lazim itu ternyata menyimpan jawaban atas pertanyaan lama: bisakah tanaman herbal Indonesia bekerja melawan bakteri penyebab penyakit gusi yang paling agresif? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Majalah Kedokteran Gigi (Juni 2013) menawarkan temuan yang menarik perhatian. Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-15T04:46:10+00:00","article_modified_time":"2026-07-15T05:28:22+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium","datePublished":"2026-07-15T04:46:10+00:00","dateModified":"2026-07-15T05:28:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/"},"wordCount":661,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 15: Kehidupan di Darat","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/","name":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-15T04:46:10+00:00","dateModified":"2026-07-15T05:28:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-karola-g-6627527-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/temu-putih-melawan-radang-gusi-bukti-dari-laboratorium\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Temu Putih Melawan Radang Gusi: Bukti dari Laboratorium"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20021"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20041,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20021\/revisions\/20041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}