{"id":19891,"date":"2026-07-14T13:41:49","date_gmt":"2026-07-14T06:41:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19891"},"modified":"2026-07-14T15:18:27","modified_gmt":"2026-07-14T08:18:27","slug":"ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/","title":{"rendered":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sudah lebih dari lima tahun para pekerja itu berdiri di antara bak-bak celup yang mengepulkan uap berwarna pekat. Tangan mereka terlatih, napas mereka terbiasa. Tapi di lapisan terdalam rongga mulut mereka, sesuatu berubah \u2014 diam-diam, tanpa gejala yang kasat mata.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Itulah yang mendorong Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, peneliti dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, untuk mengarahkan perhatian ilmiahnya ke arah yang tidak biasa: sel epitel bukal \u2014 sel-sel tipis yang melapisi pipi bagian dalam \u2014 dari para pengrajin batik yang setiap harinya terpapar senyawa azo, bahan pewarna sintetis yang menjadi tulang punggung industri batik modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal internasional <em>F1000Research<\/em> pada Agustus 2020, dengan judul <em>Characterization of buccal cell DNA after exposure to azo compounds: a cross-sectional study<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Zat Warna yang Tak Sekadar Memberi Warna<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Senyawa azo bukan bahan asing di dunia tekstil. Ditandai oleh gugus fungsional -N=N- yang terikat pada cincin benzena, zat ini menghasilkan warna-warna cerah yang tahan lama. Namun justru struktur benzena itulah yang menjadi masalah: sulit terurai, mudah terakumulasi, dan dalam paparan jangka panjang bersifat karsinogenik serta mutagenik.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa paparan azo selama lebih dari lima tahun meningkatkan frekuensi mikronukleus, karyolisis, dan piknosis pada sel epitel mukosa bukal \u2014 semua penanda kerusakan sel yang dikenal dalam sitologi eksfoliatif. Ekspresi sitokeratin 5 dan 19 juga terbukti meningkat. Namun satu pertanyaan belum terjawab: bagaimana profil DNA-nya sendiri?<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah penelitian Handajani dan tim mengisi celah itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Bak Celup ke Tabung Sentrifus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tim peneliti merekrut 20 laki-laki, dibagi rata: sepuluh pekerja bagian pewarnaan di industri batik Yogyakarta yang telah terpapar azo minimal lima tahun, dan sepuluh orang kontrol dari kalangan mahasiswa serta staf FKG UGM yang tidak memiliki riwayat paparan serupa. Semua subjek dipilih dengan ketat \u2014 usia 18 hingga 45 tahun, status kebersihan mulut (OHI-S) dalam kategori baik, dan tidak mengonsumsi alkohol maupun memakai alat ortodontik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi pabrik batik dan di lingkungan kampus. Sel bukal diambil menggunakan swab steril dengan gerakan memutar 360 derajat pada mukosa pipi, lalu disimpan dalam mikrotub berisi PBS dan segera dibawa ke laboratorium. DNA diisolasi menggunakan kit komersial, kemudian dikarakterisasi melalui dua metode: elektroforesis gel agarosa dan spektrofotometer.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya berbicara dengan cara yang tidak dramatis, tapi bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Karakteristik DNA dapat digunakan sebagai indikasi paparan senyawa azo pada pekerja industri batik.&#8221; \u2014 Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, dalam kesimpulan publikasi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada elektroforesis, pita DNA berbobot molekul tinggi hanya muncul pada kelompok terpapar azo. Konsentrasi DNA pada kelompok ini rata-rata 59,02 ng\/\u00b5L, hampir tiga kali lipat dibanding kelompok kontrol yang hanya 19,35 ng\/\u00b5L. Kemurnian DNA pada kelompok terpapar juga lebih tinggi, meski dengan variasi yang lebih besar \u2014 standar deviasi yang melampaui nilai rata-rata itu sendiri. Variasi inilah yang justru menarik: mengisyaratkan bahwa paparan azo memengaruhi DNA secara tidak seragam, kemungkinan besar karena kerusakan DNA yang bervariasi antarindividu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Matematika Memisahkan yang Tak Terlihat Mata<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mengonfirmasi perbedaan yang tidak cukup signifikan secara statistik konvensional, tim menggunakan analisis komponen utama atau <em>principal component analysis<\/em> (PCA) \u2014 pendekatan kemometrik yang mampu memvisualisasikan pola tersembunyi dalam data multivariabel.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya tegas: melalui plot skor PC1 dan PC2, kelompok terpapar dan kelompok kontrol terpisah dengan jelas. Konsentrasi DNA adalah variabel yang paling besar kontribusinya dalam pemisahan tersebut. Artinya, meski uji statistik konvensional belum menunjukkan perbedaan signifikan, pola keseluruhan data sudah cukup kuat untuk membedakan siapa yang terpapar dan siapa yang tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bukan sekadar temuan teknis. Ini membuka kemungkinan bahwa karakterisasi DNA sel bukal bisa menjadi alat skrining noninvasif untuk mendeteksi paparan bahan kimia berbahaya pada pekerja industri \u2014 tanpa biopsi, tanpa jarum suntik, cukup dengan usapan pada pipi bagian dalam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sebuah Awal, Bukan Akhir<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Para peneliti sendiri menyebut ini sebagai studi pendahuluan. Mekanisme tepat bagaimana azo merusak DNA sel epitel bukal belum terungkap sepenuhnya. Apakah lewat mutasi frameshift seperti yang terjadi pada sel hepatoma HepG2 yang terpapar Disperse Orange 1? Apakah lewat apoptosis atau pemecahan untai DNA? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu jawaban dari penelitian lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang sudah jelas adalah ini: para pengrajin batik yang bekerja tanpa gejala klinis apapun \u2014 mukosa mulut mereka tampak normal, kebersihan mulut mereka terjaga \u2014 ternyata menyimpan perubahan yang dapat dideteksi di tingkat molekuler. Tubuh mereka mencatat paparan itu, bahkan ketika mereka sendiri tidak merasakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini didanai oleh Dana Masyarakat FKG UGM tahun 2019, dan melibatkan kolaborasi lintas departemen dengan Fakultas Farmasi UGM melalui kontribusi Prof. Abdul Rohman dalam aspek kemometrik dan analisis data.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.12688\/f1000research.25798.1\">https:\/\/doi.org\/10.12688\/f1000research.25798.1<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah lebih dari lima tahun para pekerja itu berdiri di antara bak-bak celup yang mengepulkan uap berwarna pekat. Tangan mereka terlatih, napas mereka terbiasa. Tapi di lapisan terdalam rongga mulut mereka, sesuatu berubah \u2014 diam-diam, tanpa gejala yang kasat mata. Itulah yang mendorong Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, peneliti dari Departemen Biologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":19892,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[324,298,289,291,296,530],"class_list":["post-19891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-inovasi-dan-infrastruktur","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi","tag-sdg-9-industri"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah lebih dari lima tahun para pekerja itu berdiri di antara bak-bak celup yang mengepulkan uap berwarna pekat. Tangan mereka terlatih, napas mereka terbiasa. Tapi di lapisan terdalam rongga mulut mereka, sesuatu berubah \u2014 diam-diam, tanpa gejala yang kasat mata. Itulah yang mendorong Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, peneliti dari Departemen Biologi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-14T06:41:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-14T08:18:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi\",\"datePublished\":\"2026-07-14T06:41:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-14T08:18:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/\"},\"wordCount\":745,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"Inovasi dan Infrastruktur\",\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi\",\"SDG 9: Industri\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/\",\"name\":\"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-14T06:41:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-14T08:18:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Sudah lebih dari lima tahun para pekerja itu berdiri di antara bak-bak celup yang mengepulkan uap berwarna pekat. Tangan mereka terlatih, napas mereka terbiasa. Tapi di lapisan terdalam rongga mulut mereka, sesuatu berubah \u2014 diam-diam, tanpa gejala yang kasat mata. Itulah yang mendorong Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, peneliti dari Departemen Biologi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-14T06:41:49+00:00","article_modified_time":"2026-07-14T08:18:27+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi","datePublished":"2026-07-14T06:41:49+00:00","dateModified":"2026-07-14T08:18:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/"},"wordCount":745,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg","keywords":["Inovasi dan Infrastruktur","SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi","SDG 9: Industri"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/","name":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-14T06:41:49+00:00","dateModified":"2026-07-14T08:18:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/woman-working-with-natural-pigments-scaled.jpg","width":2560,"height":1920},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-zat-pewarna-batik-meninggalkan-jejak-di-dna-sel-pipi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Zat Pewarna-Batik Meninggalkan Jejak di DNA Sel Pipi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19891"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19933,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19891\/revisions\/19933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}