{"id":19803,"date":"2026-07-14T09:36:41","date_gmt":"2026-07-14T02:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19803"},"modified":"2026-07-14T09:40:02","modified_gmt":"2026-07-14T02:40:02","slug":"virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/","title":{"rendered":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor"},"content":{"rendered":"<p>Lebih dari separuh kanker kepala dan leher di Indonesia berasal dari satu lokasi yang sering luput dari perhatian: nasofaring, rongga di belakang hidung dan tenggorokan. Di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, puluhan jaringan beku dari pasien kanker nasofaring yang terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) menjadi bahan penelitian yang membuka jendela baru tentang cara tumor memanipulasi sistem imun tubuhnya sendiri. Siapa yang meneliti? drg. Iffah Mardhiyah, M.Biomed, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, bersama tim lintas disiplin dari berbagai fakultas UGM dan institusi lain. Apa yang mereka temukan? Bahwa sitokin proinflamasi TNF\u03b1, zat yang seharusnya menjadi alarm perang tubuh melawan infeksi, justru berkorelasi positif dengan sel-sel yang membantu tumor bersembunyi dari serangan imun. Kapan penelitian ini dipublikasikan? Tahun 2021, di <em>Asian Pacific Journal of Cancer Prevention<\/em>. Temuan ini penting karena memberi gambaran lebih jelas tentang mengapa karsinoma nasofaring (KNF) begitu sulit diberantas.<\/p>\n\n\n\n<p>Karsinoma nasofaring adalah salah satu kanker dengan karakteristik unik. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, hampir 98% kasusnya berkaitan erat dengan infeksi EBV. Virus ini tidak bekerja secara kasar. Ia menetap di sel epitel nasofaring, bersembunyi dalam kondisi laten, dan perlahan mendorong sel normal berubah menjadi ganas.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu produk utama virus ini adalah EBER (Epstein-Barr virus-encoded RNAs), molekul RNA yang ditemukan di hampir semua sel terinfeksi EBV dan stabil bahkan saat dilepas ke lingkungan sekitar sel. EBER dikenal memicu respons imun melalui reseptor Toll-like receptor 3 (TLR3), sebuah &#8220;sensor&#8221; bawaan tubuh yang mendeteksi kehadiran RNA asing dan memicu produksi sitokin peradangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan yang diajukan tim peneliti ini sederhana namun krusial: apakah jalur EBER-TLR3 ini yang mengendalikan komposisi sel imun di dalam tumor nasofaring?<\/p>\n\n\n\n<p>Tim peneliti menggunakan 23 sampel jaringan FFPE (formalin-fixed paraffin-embedded) dari pasien KNF yang terinfeksi EBV di RS Dr. Sardjito, diambil sebelum pasien mendapat pengobatan apapun. Ekspresi TLR3, TNF\u03b1, dan IL6 dianalisis menggunakan metode imunofluoresensi, sementara distribusi dua jenis sel imun kunci, yaitu makrofag M2 dan sel T regulator (Treg), diperiksa dengan imunohistokimia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya mengejutkan. Dari seluruh sampel EBER-positif, semua menunjukkan ekspresi TLR3. Namun intensitas TNF\u03b1 justru dua kali lebih tinggi dibanding IL6. Yang lebih menarik, TNF\u03b1 berkorelasi positif dengan distribusi makrofag M2 (r = 0,137) dan Treg (r = 0,129). Artinya, semakin tinggi kadar TNF\u03b1, semakin banyak pula sel-sel imunosupresif di lingkungan tumor.<\/p>\n\n\n\n<p>Makrofag M2 dan Treg adalah dua pemain utama dalam strategi &#8220;kamuflase&#8221; tumor. Makrofag M2 bukan jenis makrofag yang menyerang tumor, melainkan justru mendukung pertumbuhannya. Sementara Treg menekan aktivitas sel imun lain agar tidak menyerang sel kanker. Keduanya bekerja sama menciptakan lingkungan mikro tumor yang kondusif bagi perkembangan KNF.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;TNF\u03b1 memiliki korelasi positif dengan distribusi M2 dan Treg, namun sebagian besar melalui mekanisme yang berbeda dari interaksi EBER-TLR3.&#8221; <\/em>Kesimpulan utama penelitian Iffah Mardhiyah dkk., Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan yang bertolak belakang juga muncul. TLR3 ternyata berkorelasi negatif dengan TNF\u03b1 (r = -0,303), bertentangan dengan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa interaksi EBER-TLR3 seharusnya meningkatkan produksi TNF\u03b1. Ini menunjukkan bahwa EBER kemungkinan juga memiliki kemampuan untuk mematikan sebagian sinyal imun bawaan, termasuk melalui pengikatan enzim PKR (RNA-dependent protein kinase), sehingga efek antivirus yang dimediasi interferon justru terhambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, korelasi positif antara TLR3 dan IL6 (r = 0,129) konsisten dengan temuan sebelumnya: IL6 berperan sebagai aktivator jalur STAT3 yang mempercepat pertumbuhan sel nasofaring yang terinfeksi EBV, sekaligus meningkatkan ekspresi enzim MMP-2 dan MMP-9 yang memfasilitasi invasi dan migrasi sel kanker.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar sampel (56,52%) menunjukkan skor makrofag M2 yang rendah, tetapi distribusi Treg justru lebih banyak masuk kategori tinggi (52,17%). Kombinasi antara rendahnya M2 dan tingginya Treg ini memberi gambaran bahwa mekanisme imunosupresi dalam KNF tidak berjalan melalui satu jalur tunggal, melainkan melibatkan berbagai sitokin lain seperti TGF-\u03b2, IL-10, IL-4, dan IL-13 yang belum diukur dalam penelitian ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini bukan sekadar pemetaan molekuler. Ia membuka peluang pemahaman baru tentang mengapa KNF, yang tampak meradang, justru berhasil menghindari serangan sistem imun. Jika TNF\u03b1, sitokin yang lazim dikaitkan dengan perang tubuh melawan infeksi, ternyata turut mendorong kehadiran sel-sel penekan imun, maka terapi yang hanya menargetkan satu jalur sitokin saja tidak akan cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Para peneliti juga menegaskan bahwa pemahaman tentang makrofag M2 dan Treg berpotensi menjadikan keduanya sebagai penanda prognosis atau bahkan target terapi baru pada KNF. Treg, misalnya, telah diidentifikasi sebagai faktor prognostik independen untuk kelangsungan hidup pasien KNF secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu ada keterbatasan yang jujur diakui tim peneliti: jumlah sampel yang kecil, semua berasal dari stadium lanjut (III dan IV), dan tidak tersedianya data kelangsungan hidup pasien. Namun justru dari keterbatasan inilah arah penelitian lanjutan menjadi lebih jelas. Lingkungan mikro tumor adalah medan yang jauh lebih kompleks dari yang selama ini dibayangkan, dan virus kecil bernama EBV tampaknya sudah sangat mahir bermain di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes &amp; Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p>Foto : flickr<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.31557\/APJCP.2021.22.8.2363\">https:\/\/doi.org\/10.31557\/APJCP.2021.22.8.2363<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari separuh kanker kepala dan leher di Indonesia berasal dari satu lokasi yang sering luput dari perhatian: nasofaring, rongga di belakang hidung dan tenggorokan. Di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, puluhan jaringan beku dari pasien kanker nasofaring yang terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) menjadi bahan penelitian yang membuka jendela baru tentang cara tumor memanipulasi sistem imun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":19847,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-19803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf\u03b1-dalam-lingkungan-tumor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih dari separuh kanker kepala dan leher di Indonesia berasal dari satu lokasi yang sering luput dari perhatian: nasofaring, rongga di belakang hidung dan tenggorokan. Di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, puluhan jaringan beku dari pasien kanker nasofaring yang terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) menjadi bahan penelitian yang membuka jendela baru tentang cara tumor memanipulasi sistem imun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf\u03b1-dalam-lingkungan-tumor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-14T02:36:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-14T02:40:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor\",\"datePublished\":\"2026-07-14T02:36:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-14T02:40:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/\"},\"wordCount\":781,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/\",\"name\":\"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-14T02:36:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-14T02:40:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920,\"caption\":\"3D render of a medical background with Covid 19 virus cells and blood cells\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf\u03b1-dalam-lingkungan-tumor\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Lebih dari separuh kanker kepala dan leher di Indonesia berasal dari satu lokasi yang sering luput dari perhatian: nasofaring, rongga di belakang hidung dan tenggorokan. Di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, puluhan jaringan beku dari pasien kanker nasofaring yang terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV) menjadi bahan penelitian yang membuka jendela baru tentang cara tumor memanipulasi sistem imun [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf\u03b1-dalam-lingkungan-tumor\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-14T02:36:41+00:00","article_modified_time":"2026-07-14T02:40:02+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor","datePublished":"2026-07-14T02:36:41+00:00","dateModified":"2026-07-14T02:40:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/"},"wordCount":781,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/","name":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-14T02:36:41+00:00","dateModified":"2026-07-14T02:40:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/3d-render-medical-background-with-covid-19-virus-cells-blood-cells-scaled.jpg","width":2560,"height":1920,"caption":"3D render of a medical background with Covid 19 virus cells and blood cells"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/virus-tersembunyi-di-balik-kanker-nasofaring-peran-tnf%ce%b1-dalam-lingkungan-tumor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Virus Tersembunyi di Balik Kanker Nasofaring: Peran TNF\u03b1 dalam Lingkungan Tumor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19842,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19803\/revisions\/19842"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}