{"id":19729,"date":"2026-07-13T11:56:55","date_gmt":"2026-07-13T04:56:55","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19729"},"modified":"2026-07-13T11:56:57","modified_gmt":"2026-07-13T04:56:57","slug":"nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/","title":{"rendered":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bayangkan luka kecil di dalam pipi yang terasa nyeri setiap kali makan atau berbicara. Ulkus traumatik \u2014 luka pada mukosa mulut akibat gigitan, gesekan kawat gigi, atau trauma mekanis lain \u2014 memiliki prevalensi mencapai 83,6% dan kerap dianggap sepele, padahal bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Kini, sebuah penelitian dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menawarkan solusi yang tak terduga: gel nano berbasis ekstrak teh hijau yang terbukti mempercepat penyembuhan luka mukosa bukal sekaligus aman tanpa reaksi alergi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian yang dipublikasikan dalam <em>Journal of Taibah University Medical Sciences<\/em> (2026) ini dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO bersama tim lintas departemen dan lintas negara, termasuk kolaborator dari Universiti Malaya, Malaysia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Teh Hijau dalam Skala Nano: Lebih dari Sekadar Minuman<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ekstrak teh hijau (<em>Camellia sinensis<\/em> (L.) Kuntze) sudah lama dikenal memiliki kandungan antiinflamasi dan antioksidan. Komponen utamanya, epigallocatechin 3-gallate (EGCG), terbukti mampu menekan mediator inflamasi dalam luka mukosa mulut. Masalahnya, senyawa aktif herbal ini mudah terdegradasi oleh air liur dan sulit menembus lapisan mukosa karena ukuran molekulnya yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah teknologi nanoemulgel menjadi kunci. Tim Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO memformulasikan ekstrak teh hijau ke dalam sistem nanoemulsi yang kemudian dikombinasikan dengan hidrogel, menghasilkan sediaan semisolid dengan ukuran partikel median (D50) 282 nm dan polydispersity index 0,228 \u2014 nilai yang menunjukkan distribusi ukuran partikel yang cukup seragam untuk aplikasi mukosa bukal. Formulasi ini diproduksi di Akademi Farmasi Surabaya dengan konsentrasi ekstrak 10%, dan daun teh segar diperoleh dari PT Pagilaran Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil skrining fitokimia memperlihatkan kandungan flavonoid dan fenolik yang tinggi: total fenol mencapai 194,72 mg GAE\/g ekstrak, sementara total flavonoid sebesar 191,67 mg QE\/g ekstrak. Angka yang hampir setara ini mengindikasikan bahwa sebagian besar fraksi fenolik dalam ekstrak didominasi oleh flavonoid, khususnya katekin teh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Luka Tikus, Data Manusia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menguji efektivitasnya, 34 tikus Wistar dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Luka berdiameter 3 mm dibuat pada mukosa bukal menggunakan biopsi punch, lalu masing-masing kelompok menerima nanoemulgel teh hijau atau Aloclair Plus Gel\u00ae sebagai kontrol positif. Sebanyak 20 \u03bcL gel dioleskan sekali sehari selama empat hari. Jaringan dipanen pada hari ke-1, 3, 5, 7, dan 14 untuk evaluasi histologis dan imunohistokimia.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiga parameter utama diukur secara bersamaan: diameter luka, perfusi darah menggunakan <em>laser speckle contrast imaging<\/em>, dan ekspresi COX-2 (enzim siklooksigenase-2 yang menjadi penanda respons inflamasi). Kombinasi pengukuran multivariabel ini merupakan kebaruan metodologis yang membedakan studi ini dari penelitian sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya cukup mengejutkan. Diameter luka pada kelompok nanoemulgel teh hijau konsisten lebih kecil dibandingkan kontrol di hampir semua titik pengamatan. Perbedaan signifikan secara statistik tampak pada hari ke-5 dan ke-7 (uji Tukey, <em>p<\/em> &lt; 0,05). Pada hari ke-14, kedua kelompok menunjukkan penutupan luka, namun kelompok perlakuan mencapainya lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>&#8220;Temuan kami menunjukkan bahwa formulasi nanoemulgel ekstrak teh hijau mempercepat perbaikan ulkus traumatik mukosa bukal melalui peningkatan neovaskularisasi, modulasi respons inflamasi, dan pengurangan diameter luka.&#8221; \u2014 Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, Journal of Taibah University Medical Sciences, 2026<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ritme Penyembuhan: COX-2, Perfusi, dan Angiogenesis<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu temuan paling menarik adalah pola temporal ekspresi COX-2. Pada hari ke-3, ekspresi COX-2 mencapai puncaknya di kedua kelompok \u2014 ini adalah tanda bahwa fase inflamasi sedang aktif bekerja membersihkan luka. Namun pada hari ke-5, kelompok nanoemulgel teh hijau menunjukkan penurunan COX-2 yang jauh lebih tajam dibandingkan kontrol. Penurunan ini bukan pertanda buruk, melainkan sinyal bahwa transisi dari fase inflamasi ke fase proliferasi berlangsung lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring itu, perfusi darah lokal justru meningkat signifikan pada hari ke-5, mencapai puncaknya sebelum kemudian melandai. Pola ini konsisten dengan aktivasi angiogenesis \u2014 pembentukan pembuluh darah baru yang memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan yang sedang diperbaiki. EGCG dalam nanoemulgel diduga meningkatkan ekspresi faktor proangiogenik seperti VEGF dan TGF-\u03b2, sekaligus mengurangi edema mikrovaskular melalui efek antiinflamasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sel-sel yang teridentifikasi positif COX-2 meliputi sel epitel basal mukosa, fibroblas di lamina propria, sel endotel kapiler periepitelial, serta sel inflamasi seperti makrofag dan neutrofil \u2014 gambaran lengkap dari orkestra seluler penyembuhan luka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak kalah penting, uji reaksi alergi pada kulit punggung tikus menunjukkan tidak ada tanda eritema, edema, maupun infiltrasi sel mast setelah empat hari aplikasi. Nanoemulgel ini ditoleransi dengan baik, profil keamanannya setara dengan Aloclair Plus yang sudah digunakan secara klinis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Laboratorium ke Klinik: Jarak yang Masih Harus Ditempuh<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tim peneliti mengakui keterbatasan studi ini, terutama ukuran sampel yang kecil untuk uji alergi awal (n = 4 per kelompok). Mereka berencana melakukan uji lanjutan dengan kelompok kontrol kendaraan (blank nanoemulgel), ukuran sampel yang lebih besar, serta uji iritasi dan sensitisasi <em>in vitro<\/em> sebelum translasi klinis dapat dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ukuran partikel D50 sebesar 282 nm juga masih perlu direduksi ke bawah 200 nm untuk mengoptimalkan absorpsi transmukosa dan pengiriman intraseluler EGCG. Ini adalah pekerjaan rumah formulasi yang tidak kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun arah yang dituju sudah jelas. Penelitian ini membuka kemungkinan pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam yang terjangkau, aman, dan efektif untuk penanganan ulkus mulut \u2014 kondisi yang prevalensinya tinggi namun sering luput dari perhatian sistem layanan kesehatan primer. Sebuah cangkir teh, jika diformulasikan dengan cermat dalam skala nano, ternyata menyimpan potensi terapeutik yang jauh melampaui fungsinya sebagai minuman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jtumed.2026.04.004\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jtumed.2026.04.004<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Anny  Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan luka kecil di dalam pipi yang terasa nyeri setiap kali makan atau berbicara. Ulkus traumatik \u2014 luka pada mukosa mulut akibat gigitan, gesekan kawat gigi, atau trauma mekanis lain \u2014 memiliki prevalensi mencapai 83,6% dan kerap dianggap sepele, padahal bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Kini, sebuah penelitian dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":19743,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[302,307,289,291,297],"class_list":["post-19729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan luka kecil di dalam pipi yang terasa nyeri setiap kali makan atau berbicara. Ulkus traumatik \u2014 luka pada mukosa mulut akibat gigitan, gesekan kawat gigi, atau trauma mekanis lain \u2014 memiliki prevalensi mencapai 83,6% dan kerap dianggap sepele, padahal bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Kini, sebuah penelitian dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T04:56:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T04:56:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut\",\"datePublished\":\"2026-07-13T04:56:55+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T04:56:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/\"},\"wordCount\":836,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/\",\"name\":\"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-13T04:56:55+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T04:56:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":2560,\"caption\":\"cup of green tea and spoon of dried green tea leaves on wooden background\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan luka kecil di dalam pipi yang terasa nyeri setiap kali makan atau berbicara. Ulkus traumatik \u2014 luka pada mukosa mulut akibat gigitan, gesekan kawat gigi, atau trauma mekanis lain \u2014 memiliki prevalensi mencapai 83,6% dan kerap dianggap sepele, padahal bisa mengganggu kualitas hidup secara signifikan. Kini, sebuah penelitian dari Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-13T04:56:55+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T04:56:57+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":2560,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut","datePublished":"2026-07-13T04:56:55+00:00","dateModified":"2026-07-13T04:56:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/"},"wordCount":836,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/","name":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-13T04:56:55+00:00","dateModified":"2026-07-13T04:56:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/hot-drink-cup-tea-tea-drink-nutritional-scaled.jpg","width":2560,"height":2560,"caption":"cup of green tea and spoon of dried green tea leaves on wooden background"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/nanoemulgel-teh-hijau-inovasi-gel-herbal-yang-mempercepat-penyembuhan-luka-mulut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nanoemulgel-Teh-Hijau-Inovasi-Gel-Herbal-yang-Mempercepat-Penyembuhan-Luka-Mulut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19729"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19744,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19729\/revisions\/19744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}