{"id":19417,"date":"2026-07-02T12:06:06","date_gmt":"2026-07-02T05:06:06","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19417"},"modified":"2026-07-02T12:06:08","modified_gmt":"2026-07-02T05:06:08","slug":"desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/","title":{"rendered":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center\"><em>Bagi siapa pun yang pernah menjalani operasi gigi bungsu, beberapa hari pertama setelahnya terasa seperti ujian ketahanan: pipi membengkak, mulut kaku sulit dibuka, nyeri berdenyut yang tidak mau pergi. Sebagian besar penderitaan itu, ternyata, bisa dipengaruhi oleh satu keputusan teknis yang dibuat dokter bedah sebelum pisau bedah menyentuh gusi: desain flap, atau potongan jaringan lunak yang dibuat untuk mengakses gigi.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian dari Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UGM menguji sebuah modifikasi desain flap yang belum banyak dilaporkan sebelumnya, yaitu <em>reverse triangular flap<\/em> (flap segitiga terbalik), dan membandingkannya dengan dua desain konvensional yang selama ini lazim digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tiga Desain, Tiga Pendekatan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian yang diterbitkan di <em>Intisari Sains Medis<\/em> (2018) ini menggunakan rancangan <em>single-blind randomized clinical trial<\/em> dengan 30 pasien yang dibagi rata ke dalam tiga kelompok: <em>envelope flap<\/em>, <em>triangular flap<\/em>, and <em>reverse triangular flap<\/em>. Semua pasien memiliki gigi molar ketiga mandibula yang erupsi sebagian, dan seluruh operasi dilakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo FKG UGM.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Reverse triangular flap<\/em> merupakan modifikasi dari desain segitiga konvensional. Bedanya, insisi pelepas vertikal dibuat di sisi distal, memanjang dari sisi lingual ke sisi bukal melewati linea obliqua eksterna di area retromolar. Hasilnya adalah flap yang lebih konservatif, tetapi tetap memberikan lapangan pandang yang cukup bagi operator.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasien dievaluasi pada hari pertama, ketujuh, dan keempat belas pascaoperasi. Parameter yang diukur meliputi pembengkakan wajah, derajat trismus (keterbatasan buka mulut), dehisensi luka, skala nyeri VAS, dan kemunculan <em>alveolar osteitis<\/em> (dry socket).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Luka yang Lebih Rapi, Pemulihan yang Lebih Baik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Hasil paling mencolok muncul pada pengukuran dehisensi. Pada hari ketujuh dan keempat belas, kelompok <em>envelope flap<\/em> menunjukkan lebar dehisensi tertinggi, yaitu rata-rata 5,83 mm pada hari ketujuh, jauh di atas kelompok <em>triangular<\/em> (3,65 mm) dan <em>reverse triangular<\/em> (3,03 mm). Uji <em>post hoc<\/em> ANOVA mengonfirmasi bahwa <em>envelope flap<\/em> berbeda signifikan dari kedua desain lainnya, sementara <em>triangular<\/em> and <em>reverse triangular<\/em> tidak menunjukkan perbedaan bermakna satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pembengkakan dan trismus, tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok pada sebagian besar titik pengukuran. Menariknya, kelompok <em>triangular flap<\/em> justru menunjukkan nilai pembengkakan rata-rata tertinggi pada hari ke-14, mengindikasikan bahwa insisi vertikal tambahan pada desain ini memicu respons inflamasi lebih besar. Tidak ada satu pun pasien dari ketiga kelompok yang mengalami <em>alveolar osteitis<\/em> selama periode observasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis pertama penelitian ini, drg. Pingky Krisna Arindra, menyimpulkan bahwa <em>reverse triangular flap<\/em> dapat menjadi alternatif desain flap karena memberikan hasil setara dengan <em>triangular flap<\/em> sekaligus lebih unggul dari <em>envelope flap<\/em> dalam hal penyembuhan luka.<\/p>\n\n\n\n<p>Temuan ini relevan terutama untuk kasus gigi bungsu yang erupsi sebagian, kondisi yang justru paling sering ditemui dalam praktik sehari-hari. Di sinilah pilihan desain sayatan bukan sekadar preferensi teknis, melainkan keputusan klinis yang langsung dirasakan pasien saat bangun tidur keesokan harinya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Reporter: Nanda Ayu &#8211; Andri Wicaksono<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi siapa pun yang pernah menjalani operasi gigi bungsu, beberapa hari pertama setelahnya terasa seperti ujian ketahanan: pipi membengkak, mulut kaku sulit dibuka, nyeri berdenyut yang tidak mau pergi. Sebagian besar penderitaan itu, ternyata, bisa dipengaruhi oleh satu keputusan teknis yang dibuat dokter bedah sebelum pisau bedah menyentuh gusi: desain flap, atau potongan jaringan lunak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":19439,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136,316,321],"tags":[351,518,287,298,300,302,306,307,288,289,291,295,296],"class_list":["post-19417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","category-sdg-3","category-sdg-9","tag-bedah-mulut-dan-maksilofasial","tag-esgs","tag-sdg-1-tanpa-kemiskinan","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-16-perdamaian-dan-keadilan-institusi-yang-kuat","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-2-tanpa-kelaparan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-7-energi-yang-terjangkau-dan-bersih","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi siapa pun yang pernah menjalani operasi gigi bungsu, beberapa hari pertama setelahnya terasa seperti ujian ketahanan: pipi membengkak, mulut kaku sulit dibuka, nyeri berdenyut yang tidak mau pergi. Sebagian besar penderitaan itu, ternyata, bisa dipengaruhi oleh satu keputusan teknis yang dibuat dokter bedah sebelum pisau bedah menyentuh gusi: desain flap, atau potongan jaringan lunak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-02T05:06:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-02T05:06:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\"},\"headline\":\"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu\",\"datePublished\":\"2026-07-02T05:06:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T05:06:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/\"},\"wordCount\":453,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/PINGKY-BM-2.jpeg\",\"keywords\":[\"Bedah Mulut dan Maksilofasial\",\"ESGs\",\"SDG 1: Tanpa Kemiskinan\",\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 2: Tanpa Kelaparan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 7: Energi yang Terjangkau dan Bersih\",\"SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\",\"SDG 3\",\"SDG 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/\",\"name\":\"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/PINGKY-BM-2.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-02T05:06:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T05:06:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/PINGKY-BM-2.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/PINGKY-BM-2.jpeg\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bagi siapa pun yang pernah menjalani operasi gigi bungsu, beberapa hari pertama setelahnya terasa seperti ujian ketahanan: pipi membengkak, mulut kaku sulit dibuka, nyeri berdenyut yang tidak mau pergi. Sebagian besar penderitaan itu, ternyata, bisa dipengaruhi oleh satu keputusan teknis yang dibuat dokter bedah sebelum pisau bedah menyentuh gusi: desain flap, atau potongan jaringan lunak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-02T05:06:06+00:00","article_modified_time":"2026-07-02T05:06:08+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d"},"headline":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu","datePublished":"2026-07-02T05:06:06+00:00","dateModified":"2026-07-02T05:06:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/"},"wordCount":453,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg","keywords":["Bedah Mulut dan Maksilofasial","ESGs","SDG 1: Tanpa Kemiskinan","SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 2: Tanpa Kelaparan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 7: Energi yang Terjangkau dan Bersih","SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru","SDG 3","SDG 9"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/","name":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg","datePublished":"2026-07-02T05:06:06+00:00","dateModified":"2026-07-02T05:06:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/PINGKY-BM-2.jpeg","width":1536,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/desain-sayatan-baru-yang-bisa-meredakan-nyeri-pasca-cabut-gigi-bungsu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Desain Sayatan Baru yang Bisa Meredakan Nyeri Pasca Cabut Gigi Bungsu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19448,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19417\/revisions\/19448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}