{"id":19363,"date":"2026-07-02T11:12:23","date_gmt":"2026-07-02T04:12:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19363"},"modified":"2026-07-02T12:02:14","modified_gmt":"2026-07-02T05:02:14","slug":"dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/","title":{"rendered":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu"},"content":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah defek tulang \u2014 lubang kecil berukuran 3&#215;1,25&#215;1 milimeter yang sengaja dibuat di tulang tibia seekor tikus \u2014 perlahan terisi oleh jaringan baru yang tumbuh dari material buatan. Bukan tulang donor, bukan implan logam. Melainkan kombinasi mineral tulang sintetis dan polimer yang berasal dari cangkang krustasea. Itulah inti dari penelitian yang dilakukan Dr. drg. Anne Handrini Dewi, M.Kes dari Departemen Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, bersama Dr. drg. Andi Triawan, Sp.Ort dari Rumah Sakit Akademik UGM, yang dipublikasikan dalam <em>The Indonesian Journal of Dental Research<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Temuannya cukup mencolok: kombinasi karbonate apatit dan kitosan secara signifikan meningkatkan jumlah osteoblas \u2014 sel pembentuk tulang \u2014 dibandingkan kelompok kontrol tanpa perlakuan (p&lt;0,05).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masalah Lama yang Belum Terpecahkan Sempurna<\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap tahun, jutaan orang menghadapi defek tulang akibat trauma, tumor, atau penyakit tulang. Pilihan terbaik selama ini adalah transplantasi tulang autogen \u2014 mengambil tulang dari tubuh pasien sendiri. Namun cara ini meninggalkan luka di lokasi donor, membutuhkan operasi tambahan, dan tidak selalu tersedia dalam jumlah cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai material pengganti tulang telah dikembangkan: koral alami, matriks tulang sapi, keramik bioaktif, hingga kalsium fosfat seperti hidroksiapatit (HA). HA memang sudah lama dipakai karena biokompatibilitasnya yang baik, namun ada satu catatan penting: tulang manusia sesungguhnya mengandung karbonat, sehingga bukan hidroksiapatit murni. Karbonate apatit nonstoikiometri (C-Ap) justru merupakan komponen mineral utama jaringan keras manusia dan hewan, dan karena kemampuan bioresorpsinya yang lebih unggul, ia menjadi kandidat material rekonstruksi tulang yang lebih menjanjikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, kitosan \u2014 polimer biodegradabel yang dihasilkan dari deasetilasi parsial kitin \u2014 menawarkan sifat yang tak kalah menarik: biokompatibel, tidak toksik, antibakteri, dan mampu mendukung regenerasi jaringan. Kitin sendiri adalah matriks organik dari eksoskeleton serangga dan krustasea, serta hadir dalam jumlah kecil pada jamur. Gabungan dua material ini, secara teoretis, bisa menjawab kebutuhan akan <em>bone substitute<\/em> yang ideal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Di Dalam Laboratorium: Tikus, Bor Gigi, dan Tiga Minggu Pengamatan<\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian ini menggunakan 27 ekor tikus jantan <em>Sprague Dawley<\/em> berusia tiga bulan dengan berat 250\u2013300 gram, yang dipelihara di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Defek bilateral dibuat di tibia kiri dan kanan masing-masing tikus menggunakan bor gigi <em>round<\/em> and <em>fissure<\/em> dengan kecepatan rendah dan pendinginan salin kontinu. Material uji \u2014 campuran C-Ap dan kitosan dengan rasio 1:1 \u2014 ditanam ke dalam defek, lalu jaringan lunak dijahit lapis demi lapis menggunakan benang <em>vicryl<\/em> 2.0 yang dapat terserap.<\/p>\n\n\n\n<p>Tikus dikorbankan setelah satu, dua, dan tiga minggu. Spesimen tulang diproses secara histologis menggunakan pewarnaan Hematoxylin Eosin dan diamati di bawah mikroskop cahaya. Data dianalisis dengan <em>two-way ANOVA<\/em> dilanjutkan uji LSD, dengan nilai p&lt;0,05 dianggap signifikan secara statistik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya memperlihatkan pola yang menarik. Pada minggu pertama, kelompok C-Ap dan C-Ap-kitosan menunjukkan jumlah osteoblas dan osteoklas lebih tinggi dibanding kontrol. Namun pada minggu kedua dan ketiga, polanya berbalik: kelompok kontrol memiliki osteoblas lebih banyak. Ini bukan berarti material uji gagal \u2014 justru sebaliknya. Osteoblas pada kelompok perlakuan lebih cepat mengalami kalsifikasi dan berubah menjadi osteosit, menandakan proses maturasi tulang yang lebih progresif.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Karbonate apatit dan kitosan bersifat biokompatibel dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan penyembuhan tulang,&#8221; tulis Dewi dan Triawan dalam pembahasan mereka, merujuk pada adaptasi osteoblas dan osteoklas terhadap konsentrasi karbonat dari material implan yang ditanam in situ.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kitosan Lebih Lambat, Tapi Bukan Kelemahan<\/h2>\n\n\n\n<p>Satu temuan yang layak dicermati: analisis mikroskopik menunjukkan sisa kitosan masih terdeteksi pada minggu pertama dan kedua, mengindikasikan bahwa kitosan terserap lebih lambat dibanding C-Ap. Akibatnya, C-Ap tunggal terbukti lebih efektif dalam meningkatkan jumlah osteoblas dan osteoklas, terutama pada minggu pertama implantasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ini tidak menutup potensi kombinasi keduanya. Sifat kitosan yang dapat dibentuk menjadi serbuk, pasta, film, atau serat menjadikannya sangat fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai biomaterial lain \u2014 dari alginat, asam hialuronat, hingga faktor pertumbuhan. Para peneliti justru menyarankan langkah berikutnya: memodifikasi kitosan menjadi bentuk nanopartikel agar lebih mudah diserap oleh cairan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa jalan menuju material pengganti tulang yang ideal tidak harus dimulai dari teknologi mahal atau sumber yang langka. Kadang, jawabannya ada di cangkang udang yang terbuang dan mineral yang meniru komposisi tulang kita sendiri \u2014 menunggu untuk ditemukan cara terbaik menggabungkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Hazra Alifia Muharam, drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p>Foto: Pict generate by Gemini<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah defek tulang \u2014 lubang kecil berukuran 3&#215;1,25&#215;1 milimeter yang sengaja dibuat di tulang tibia seekor tikus \u2014 perlahan terisi oleh jaringan baru yang tumbuh dari material buatan. Bukan tulang donor, bukan implan logam. Melainkan kombinasi mineral tulang sintetis dan polimer yang berasal dari cangkang krustasea. Itulah inti dari penelitian yang dilakukan Dr. drg. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":19402,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136,322,316,321],"tags":[289,523],"class_list":["post-19363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","category-sdg-12","category-sdg-3","category-sdg-9","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-9-industri"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan sebuah defek tulang \u2014 lubang kecil berukuran 3&#215;1,25&#215;1 milimeter yang sengaja dibuat di tulang tibia seekor tikus \u2014 perlahan terisi oleh jaringan baru yang tumbuh dari material buatan. Bukan tulang donor, bukan implan logam. Melainkan kombinasi mineral tulang sintetis dan polimer yang berasal dari cangkang krustasea. Itulah inti dari penelitian yang dilakukan Dr. drg. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-02T04:12:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-02T05:02:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1284\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"617\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu\",\"datePublished\":\"2026-07-02T04:12:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T05:02:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/\"},\"wordCount\":686,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png\",\"keywords\":[\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 9: Industri\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\",\"SDG 12\",\"SDG 3\",\"SDG 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/\",\"name\":\"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png\",\"datePublished\":\"2026-07-02T04:12:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T05:02:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png\",\"width\":1284,\"height\":617},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan sebuah defek tulang \u2014 lubang kecil berukuran 3&#215;1,25&#215;1 milimeter yang sengaja dibuat di tulang tibia seekor tikus \u2014 perlahan terisi oleh jaringan baru yang tumbuh dari material buatan. Bukan tulang donor, bukan implan logam. Melainkan kombinasi mineral tulang sintetis dan polimer yang berasal dari cangkang krustasea. Itulah inti dari penelitian yang dilakukan Dr. drg. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-02T04:12:23+00:00","article_modified_time":"2026-07-02T05:02:14+00:00","og_image":[{"width":1284,"height":617,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png","type":"image\/png"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu","datePublished":"2026-07-02T04:12:23+00:00","dateModified":"2026-07-02T05:02:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/"},"wordCount":686,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png","keywords":["SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 9: Industri"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru","SDG 12","SDG 3","SDG 9"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/","name":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png","datePublished":"2026-07-02T04:12:23+00:00","dateModified":"2026-07-02T05:02:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_8qxbks8qxbks8qxb-e1782967304674.png","width":1284,"height":617},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-cangkang-udang-ke-tulang-baru-ketika-kitosan-dan-karbonate-apatit-berpadu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Cangkang Udang ke Tulang Baru: Ketika Kitosan dan Karbonate Apatit Berpadu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19363"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19442,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19363\/revisions\/19442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}