{"id":19352,"date":"2026-07-08T09:09:58","date_gmt":"2026-07-08T02:09:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=19352"},"modified":"2026-07-08T09:10:00","modified_gmt":"2026-07-08T02:10:00","slug":"mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/","title":{"rendered":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pada hari ke-21 setelah prosedur replantasi intensional, kadar kolagen tipe I pada kelompok yang diberi Mineral Trioxide Aggregate (MTA) mencapai 68,42 ng\/dL. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol yang hanya 47,84 ng\/dL, dan jauh melampaui kelompok <em>self-adhesive resin cement<\/em> yang stagnan di 37,52 ng\/dL. Perbedaan yang terpaut begitu jauh itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada pertanyaan yang sangat praktis: bahan apa yang paling aman dan efektif untuk merekatkan gigi yang retak secara vertikal sebelum ditanam kembali ke rahang?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian yang diterbitkan dalam <em>Majalah Kedokteran Gigi Klinik (MKGK) UGM<\/em> edisi Agustus 2022 ini berupaya menjawab pertanyaan tersebut. Tim peneliti dari Departemen Konservasi Gigi FKG UGM, yakni Dr. drg. Raphael Tri Endra Untara, M.Kes., Sp.KG(K), Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes., Sp.KG.(K), dan drg. Andina Widyastuti, S.K.G., Sp.KG., merancang studi eksperimental menggunakan 27 ekor kelinci New Zealand jantan untuk membandingkan dua bahan penutup garis fraktur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gigi yang Dicabut, Lalu Ditanam Kembali<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Fraktur vertikal adalah kondisi di mana gigi retak searah sumbu panjangnya, dari mahkota hingga ke akar. Berbeda dari fraktur horizontal yang lebih mudah diidentifikasi, fraktur vertikal kerap tersembunyi, dan akar gigi biasanya masih tertanam di soketnya. Salah satu opsi perawatan yang tersedia adalah replantasi intensional: gigi dicabut dengan sengaja, dirawat di luar mulut, lalu dikembalikan ke soket asalnya dalam satu kunjungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan prosedur ini sangat bergantung pada kerapatan penutupan garis fraktur. Celah sekecil apa pun bisa menjadi tempat bersarang bakteri atau cairan, yang pada akhirnya menggagalkan seluruh perawatan. Dua kandidat bahan yang diuji dalam penelitian ini adalah MTA, material berbasis semen yang dikenal luas di endodontik karena biokompatibilitasnya, serta <em>self-adhesive resin cement<\/em>, bahan resin generasi baru yang tidak memerlukan <em>pre-treatment<\/em> permukaan gigi dan dapat diaplikasikan dalam satu tahap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kolagen Tipe I Sebagai Penanda Penyembuhan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengapa kolagen tipe I dipilih sebagai indikator? Ketika gigi dicabut untuk keperluan replantasi, ligamen periodontal ikut putus. Soket gigi mengalami luka yang memicu respons penyembuhan kompleks, mulai dari fase hemostasis dan inflamasi, hingga proliferasi dan maturasi. Pada fase proliferasi, fibroblas aktif mensintesis kolagen. Awalnya kolagen tipe III yang dominan, namun secara bertahap digantikan oleh kolagen tipe I yang lebih tebal dan lebih kuat, menjadi tulang punggung struktural jaringan ikat yang baru terbentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Kadar kolagen tipe I diukur dari serum darah kelinci menggunakan teknik ELISA pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21 pascaoperasi. Hasilnya menggambarkan trajektori penyembuhan yang berbeda drastis antar kelompok.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>&#8220;Pembentukan kolagen tipe I pada aplikasi MTA lebih tinggi daripada self-adhesive resin cement.&#8221; \u2014 Dr. drg. Raphael Tri Endra Untara, M.Kes., Sp.KG(K), dkk., MKGK UGM, 2022<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Monomer Resin dan Ancaman Tersembunyi<\/p>\n\n\n\n<p>Pada minggu pertama, ketiga kelompok masih menunjukkan kadar kolagen yang setara, sekitar 40\u201341 ng\/dL, tanpa perbedaan signifikan. Namun memasuki minggu kedua, pola mulai terpisah tajam. Kelompok MTA naik menjadi 48,09 ng\/dL, kelompok kontrol naik tipis ke 45,38 ng\/dL, sementara kelompok <em>resin cement<\/em> justru turun ke 36,13 ng\/dL.<\/p>\n\n\n\n<p>Penurunan pada kelompok resin ini bukan anomali. Para peneliti menjelaskan bahwa <em>self-adhesive resin cement<\/em> mengandung komponen-komponen yang bersifat sitotoksik, antara lain TEGDMA (trietilen glikol dimetakrilat) dan fluorida. Karena bahan ini mengisi seluruh ruang garis fraktur termasuk saluran akar, tidak semua bagian dapat terpapar sinar LED secara merata saat proses polimerisasi. Bagian yang tidak terpolimerisasi sempurna akan melepaskan monomer bebas seperti Bis-GMA, UDMA, HEMA, dan camphorquinone. Senyawa-senyawa itulah yang menghambat kerja fibroblas dan menekan pembentukan kolagen.<\/p>\n\n\n\n<p>MTA, sebaliknya, terbukti bersifat biokompatibel. Fibroblas ligamen periodontal menunjukkan morfologi normal dan mampu melekat pada permukaan MTA yang telah mengeras. Pada jaringan ikat, MTA hampir tidak memicu reaksi inflamasi dan bahkan mampu menginduksi regenerasi jaringan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Implikasi Klinis yang Tidak Bisa Diabaikan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Temuan ini membawa implikasi langsung bagi praktik endodontik. MTA bukan bahan baru, tetapi penelitian ini memperkuat posisinya sebagai pilihan yang lebih aman secara biologis dibanding <em>self-adhesive resin cement<\/em> untuk prosedur replantasi intensional pada kasus fraktur vertikal. Angka perbedaan rerata yang mencapai 30,90 ng\/dL antara kelompok MTA dan <em>resin cement<\/em> pada minggu ketiga, dengan nilai signifikansi p &lt; 0,05, adalah bukti yang sulit diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, penelitian ini masih dilakukan pada hewan coba kelinci, dan diperlukan studi lanjutan pada manusia untuk mengonfirmasi temuan ini secara klinis. Namun untuk saat ini, ketika seorang dokter gigi berdiri di depan gigi yang retak vertikal dan harus memilih bahan perekat, data yang ada sudah cukup untuk menjadi bahan pertimbangan serius. Gigi itu mungkin bisa diselamatkan, dan pilihan bahan yang tepat menentukan apakah jaringan di sekelilingnya akan pulih dengan baik atau justru terhambat oleh toksisitas yang bekerja diam-diam.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi: <br>Untara, T.E., Kristanti, Y. and Widyastuti, A. (2022) <em>Replantasi intensional fraktur gigi vertikal menggunakan mineral trioxide aggregate dan self adhesive resin cement terhadap pembentukan kolagen tipe I<\/em>. MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM, 8(2), pp. 50\u201355. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22146\/mkgk.81868\">https:\/\/doi.org\/10.22146\/mkgk.81868<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes, Annisa Dwi Noviyanti | Foto: Generate by Gemini AI<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari ke-21 setelah prosedur replantasi intensional, kadar kolagen tipe I pada kelompok yang diberi Mineral Trioxide Aggregate (MTA) mencapai 68,42 ng\/dL. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol yang hanya 47,84 ng\/dL, dan jauh melampaui kelompok self-adhesive resin cement yang stagnan di 37,52 ng\/dL. Perbedaan yang terpaut begitu jauh itu bukan sekadar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":417,"featured_media":19626,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-19352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada hari ke-21 setelah prosedur replantasi intensional, kadar kolagen tipe I pada kelompok yang diberi Mineral Trioxide Aggregate (MTA) mencapai 68,42 ng\/dL. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol yang hanya 47,84 ng\/dL, dan jauh melampaui kelompok self-adhesive resin cement yang stagnan di 37,52 ng\/dL. Perbedaan yang terpaut begitu jauh itu bukan sekadar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-08T02:09:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-08T02:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"maria.shinta\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"maria.shinta\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"maria.shinta\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/11354896a048120805bef9cd2b2c9a84\"},\"headline\":\"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal\",\"datePublished\":\"2026-07-08T02:09:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-08T02:10:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/\"},\"wordCount\":798,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/\",\"name\":\"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png\",\"datePublished\":\"2026-07-08T02:09:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-08T02:10:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png\",\"width\":1408,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/11354896a048120805bef9cd2b2c9a84\",\"name\":\"maria.shinta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"maria.shinta\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/maria-shinta\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Pada hari ke-21 setelah prosedur replantasi intensional, kadar kolagen tipe I pada kelompok yang diberi Mineral Trioxide Aggregate (MTA) mencapai 68,42 ng\/dL. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol yang hanya 47,84 ng\/dL, dan jauh melampaui kelompok self-adhesive resin cement yang stagnan di 37,52 ng\/dL. Perbedaan yang terpaut begitu jauh itu bukan sekadar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-08T02:09:58+00:00","article_modified_time":"2026-07-08T02:10:00+00:00","og_image":[{"width":1408,"height":768,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png","type":"image\/png"}],"author":"maria.shinta","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"maria.shinta","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/"},"author":{"name":"maria.shinta","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/11354896a048120805bef9cd2b2c9a84"},"headline":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal","datePublished":"2026-07-08T02:09:58+00:00","dateModified":"2026-07-08T02:10:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/"},"wordCount":798,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/","name":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png","datePublished":"2026-07-08T02:09:58+00:00","dateModified":"2026-07-08T02:10:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Gemini_Generated_Image_tym6uztym6uztym6.png","width":1408,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mineral-trioxide-aggregate-ungguli-resin-semen-dalam-mempercepat-pemulihan-gigi-fraktur-vertikal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mineral Trioxide Aggregate Ungguli Resin Semen dalam Mempercepat Pemulihan Gigi Fraktur Vertikal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/11354896a048120805bef9cd2b2c9a84","name":"maria.shinta","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bac82687ae5a4a4fec894e13b59e30c69dfaa532f9a581795d8fbf0f6f603d?s=96&d=mm&r=g","caption":"maria.shinta"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/maria-shinta\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/417"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19352"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19627,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19352\/revisions\/19627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}