{"id":18573,"date":"2026-05-08T16:02:44","date_gmt":"2026-05-08T09:02:44","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=18573"},"modified":"2026-05-11T13:02:56","modified_gmt":"2026-05-11T06:02:56","slug":"fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/","title":{"rendered":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional"},"content":{"rendered":"<p>Upaya jurnal-jurnal ilmiah Indonesia menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus ternyata tidak semata ditentukan kualitas artikel. Di baliknya, terdapat pertarungan panjang soal identitas jurnal, spesialisasi keilmuan, kualitas tata kelola editorial, hingga strategi geopolitik akademik. Hal itu mengemuka dalam Workshop Menuju Indeksasi Internasional Bereputasi yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) yang dibuka oleh Kepala Unit Penelitian &amp; Publikasi FKG UGM drg. Silviana Farrah Diba, Sp. RKG., Sub.Sp.RP(K) beserta jajaran pengelola jurnal ilmiah FKG UGM.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam forum yang berlangsung cair dan penuh evaluasi kritis tersebut, <em>Editor<\/em> in Chief <em>Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology<\/em> (JTBB), Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si.membagikan pengalaman bagaimana jurnal yang dirintisnya berhasil masuk Scopus meski berangkat dari keterbatasan sumber daya dan kompetisi ketat antar jurnal internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cScopus itu suka sesuatu yang unik. Kalau jurnal kita terlalu umum, mereka akan berpikir untuk apa jurnal ini ada kalau yang serupa sudah banyak?\u201d ujar Ilmi dalam paparannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan itu menjadi kritik langsung terhadap banyak jurnal di Indonesia yang masih mengusung cakupan terlalu luas tanpa kekhasan akademik yang jelas. Menurut Ilmi, era \u201cmega journal\u201d telah berakhir. Jurnal-jurnal baru harus menemukan ceruk spesifik agar memiliki nilai tawar di mata lembaga indeksasi internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mencontohkan JTBB yang sejak awal secara sadar membatasi fokus hanya pada biodiversitas tropis Asia Tenggara. Kebijakan itu bahkan memengaruhi pemilihan editor, reviewer, hingga asal naskah. \u201cKalau saya bilang fokus ASEAN, maka editor, author, dan tema riset harus mencerminkan ASEAN,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18576\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-1-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Persoalan MKGI: Nama, Cakupan, dan Identitas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi workshop banyak menyoroti perjalanan <em>Indonesian Dentistry Magazine<\/em> (MKGI), salah satu catatan evaluator adalah cakupan jurnal yang dianggap terlalu luas dan kurang memiliki diferensiasi dibanding jurnal kedokteran gigi lain yang telah lebih dahulu terindeks.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengelola MKGI mengungkapkan bahwa reviewer Scopus sempat menilai tujuan jurnal \u201cmasih membingungkan\u201d, terutama terkait fokus regenerasi berbahan alami yang dianggap belum terdefinisi kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami akhirnya mulai berpikir untuk lebih berani menspesifikkan tema jurnal. Karena ternyata itu menjadi isu utama saat di<em>review<\/em>,\u201d ungkap salah satu pengelola MKGI.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilmi menilai langkah itu tepat. Menurutnya, perubahan nama jurnal bukan solusi utama karena justru dapat merusak rekam jejak administrasi dan sitasi yang sudah dibangun bertahun-tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia bahkan menilai kekayaan biodiversitas dan karakter kesehatan masyarakat Asia Tenggara dapat menjadi kekuatan khas jurnal kedokteran gigi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebiasaan makan kita berbeda dengan Eropa, mikrobiotanya berbeda, budaya kesehatan giginya berbeda. Itu sebenarnya bisa menjadi kekuatan scientific uniqueness kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<strong>Kritik terhadap Tata Kelola Jurnal di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain membahas substansi ilmiah, workshop juga membuka persoalan pelik pengelolaan jurnal di Indonesia. Ilmi secara terbuka mengkritik praktik sebagian jurnal nasional yang terlalu berorientasi bisnis dan meloloskan artikel demi pemasukan <em>article processing charge<\/em> (APC).<\/p>\n\n\n\n<p>JTBB, kata Ilmi, menerapkan tingkat penolakan hingga 70 persen demi menjaga kualitas. Meski demikian, keputusan tersebut berdampak pada beban kerja editorial yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang paling penting itu <em>technical editor<\/em>. Mereka yang mengejar reviewer, mengingatkan author, memastikan layout dan bahasa benar. Ini kerja basah yang sering tidak terlihat,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menyoroti masih minimnya dukungan institusi terhadap pengelola jurnal ilmiah. Banyak kampus, kata dia, masih membebankan pengelolaan jurnal kepada pustakawan atau staf administratif tanpa tim khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJurnal itu pekerjaan penuh waktu. Tidak bisa dirangkap begitu saja,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Persaingan Regional dan Strategi ASEAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Workshop juga mengungkap fakta bahwa persaingan jurnal ilmiah kini semakin bergeser ke level regional. Negara-negara seperti Malaysia dan Thailand disebut telah memiliki banyak jurnal kedokteran gigi bereputasi internasional yang lebih matang secara ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, Ilmi mendorong FKG UGM membangun jejaring ASEAN terlebih dahulu sebelum membidik Eropa atau Amerika.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak usah jauh-jauh dulu. Malaysia, Thailand, Filipina dulu. Itu lebih realistis dan lebih dekat secara tema riset,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut dia, konferensi internasional kawasan dapat menjadi sumber strategis untuk mendapatkan naskah luar negeri sekaligus memperluas jejaring reviewer dan editorial board.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18575\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/mkgi-2-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Antara Idealime Akademik dan Tekanan Finansial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah dorongan internasionalisasi, workshop juga memperlihatkan dilema besar pengelola jurnal Indonesia: menjaga idealisme akademik sekaligus bertahan secara finansial.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilmi mengaku sempat menolak penerapan APC karena percaya ilmu pengetahuan seharusnya dapat diakses bebas. Jurnal mandiri secara ekonomi membuat JTBB akhirnya menerapkan biaya publikasi sebesar 250 dolar AS.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAwalnya saya idealis, ilmu pengetahuan harus gratis. Tapi fakultas mendorong kami untuk bisa <em>self sufficient<\/em>,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, setelah berhasil mandiri secara finansial dan masuk Scopus, JTBB mulai membidik target lebih tinggi, naik ke kuartil Q1 melalui kolaborasi asosiasi ilmiah internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi FKG UGM, workshop ini menjadi refleksi bahwa jalan menuju indeksasi internasional bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan transformasi tata kelola materi jurnal. Di tengah persaingan jurnal ilmiah di kancah global yang semakin spesifik dan kompetitif, jurnal di Indonesia dituntut untuk tidak hanya hadir, namun juga memiliki identitas ilmiah yang khas &amp; benar-benar kuat secara substansi.<\/p>\n\n\n\n<p>(Reporter: Andri Wicaksono, Photo: Fajar Budi Harsakti)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upaya jurnal-jurnal ilmiah Indonesia menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus ternyata tidak semata ditentukan kualitas artikel. Di baliknya, terdapat pertarungan panjang soal identitas jurnal, spesialisasi keilmuan, kualitas tata kelola editorial, hingga strategi geopolitik akademik. Hal itu mengemuka dalam Workshop Menuju Indeksasi Internasional Bereputasi yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) yang dibuka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":18574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136,326,330,318,317,321],"tags":[298,300,307,291,297],"class_list":["post-18573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","category-sdg-10","category-sdg-11","category-sdg-17","category-sdg-4","category-sdg-9","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Upaya jurnal-jurnal ilmiah Indonesia menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus ternyata tidak semata ditentukan kualitas artikel. Di baliknya, terdapat pertarungan panjang soal identitas jurnal, spesialisasi keilmuan, kualitas tata kelola editorial, hingga strategi geopolitik akademik. Hal itu mengemuka dalam Workshop Menuju Indeksasi Internasional Bereputasi yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) yang dibuka [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-08T09:02:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-11T06:02:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\"},\"headline\":\"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional\",\"datePublished\":\"2026-05-08T09:02:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T06:02:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/\"},\"wordCount\":775,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/05\\\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\",\"SDG 10\",\"SDG 11\",\"SDG 17\",\"SDG 4\",\"SDG 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/\",\"name\":\"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/05\\\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-08T09:02:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T06:02:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/05\\\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/05\\\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Upaya jurnal-jurnal ilmiah Indonesia menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus ternyata tidak semata ditentukan kualitas artikel. Di baliknya, terdapat pertarungan panjang soal identitas jurnal, spesialisasi keilmuan, kualitas tata kelola editorial, hingga strategi geopolitik akademik. Hal itu mengemuka dalam Workshop Menuju Indeksasi Internasional Bereputasi yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) yang dibuka [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-05-08T09:02:44+00:00","article_modified_time":"2026-05-11T06:02:56+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d"},"headline":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional","datePublished":"2026-05-08T09:02:44+00:00","dateModified":"2026-05-11T06:02:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/"},"wordCount":775,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru","SDG 10","SDG 11","SDG 17","SDG 4","SDG 9"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/","name":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg","datePublished":"2026-05-08T09:02:44+00:00","dateModified":"2026-05-11T06:02:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/05\/strategi-menembus-jurnal-international-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-membedah-strategi-menembus-jurnal-bereputasi-internasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FKG UGM Membedah Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18573"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18650,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18573\/revisions\/18650"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}