{"id":17810,"date":"2026-04-08T09:28:51","date_gmt":"2026-04-08T02:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=17810"},"modified":"2026-04-08T09:28:54","modified_gmt":"2026-04-08T02:28:54","slug":"mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/","title":{"rendered":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., FISDPH, FISPD Bidang Kebijakan, Manajemen &amp; Pembiayaan Kedokteran Gigi FKG UGM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah ambisi besar pembangunan kesehatan nasional, satu persoalan mendasar justru masih luput dari perhatian serius: ketimpangan layanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam pidato pengukuhan guru besar di Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drg. Julita Hendrartini mengungkap realitas yang menggugah bahwa perluasan jaminan kesehatan belum otomatis menghadirkan keadilan akses layanan, Selasa, 7 April 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama satu dekade implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), negara memang berhasil memperluas cakupan perlindungan finansial. Namun di balik capaian itu, tersimpan paradoks: kepemilikan jaminan tidak selalu berbanding lurus dengan akses nyata terhadap layanan kesehatan gigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Data nasional menunjukkan adanya jurang lebar antara kebutuhan dan pemanfaatan layanan. Ini bukan sekadar masalah teknis pelayanan, melainkan cerminan kegagalan sistemik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Akar Masalah: Ketimpangan yang Terstruktur<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Julita menekankan bahwa ketimpangan layanan gigi bukan fenomena tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks dari berbagai faktor struktural yang melingkupi:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Distribusi Dokter Gigi yang Tidak Merata<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Masalah utama bukan kekurangan tenaga, melainkan distribusinya. Ribuan dokter gigi lulus setiap tahun, tetapi terkonsentrasi di kota besar. Akibatnya, lebih dari seperempat puskesmas di Indonesia bahkan tidak memiliki dokter gigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini memperlihatkan kegagalan kebijakan dalam mengatur insentif dan arah penempatan tenaga kesehatan. Daerah terpencil tetap tidak menarik karena minimnya jaminan karier, fasilitas, dan peluang pengembangan profesional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hambatan Geografis yang Berlapis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan geografis yang nyata. Akses layanan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga jarak, transportasi, dan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat di wilayah terpencil menghadapi \u201cketimpangan berlapis\u201d: jauh dari fasilitas, minim tenaga kesehatan, dan terbatas secara ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Skema Pembiayaan yang Tidak Sensitif Keadilan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Desain pembiayaan dalam JKN dinilai belum sepenuhnya mendorong pemerataan. Insentif finansial yang tidak seimbang dapat memengaruhi perilaku tenaga kesehatan, termasuk dalam menentukan jenis layanan dan rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, layanan gigi justru lebih banyak dimanfaatkan kelompok masyarakat mampu indikasi kuat bahwa sistem belum berpihak pada kelompok rentan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kebijakan yang Terlalu Kuratif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Orientasi layanan gigi masih didominasi pendekatan kuratif, bukan preventif. Akibatnya, sistem cenderung reaktif dan mahal dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, intervensi preventif seperti edukasi dan deteksi dini jauh lebih efektif menekan beban penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keterbatasan Pendidikan Spesialis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari puluhan fakultas kedokteran gigi, hanya sebagian kecil yang mampu menghasilkan dokter gigi spesialis. Dampaknya, layanan rujukan di rumah sakit masih jauh dari memadai.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menambah Dokter Bukan Solusi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu poin paling kritis dalam pidato tersebut adalah penolakan terhadap solusi \u2018instan\u2019 berupa penambahan jumlah dokter gigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prof. Julita, pendekatan ini terlalu simplistik dan mengabaikan akar persoalan. Tanpa reformasi sistem insentif, distribusi, dan kebijakan, penambahan tenaga hanya akan memperparah ketimpangan karena tetap terkonsentrasi di wilayah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jalan Keluar: Reformasi Sistemik, Bukan Tambal Sulam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pidato ini tidak berhenti pada kritik. Sejumlah solusi strategis ditawarkan dengan pendekatan yang lebih struktural yakni reformasi distribusi tenaga kesehatan berbasis kebutuhan riil wilayah. Insentif berbasis keadilan (equity) untuk daerah terpencil. Pembayaran berbasis kinerja yang mendorong layanan preventif. Penguatan strategic purchasing<strong>oleh <\/strong>BPJS untuk memetakan kebutuhan daerah. Integrasi layanan kesehatan gigi dalam sistem primer. Pemanfaatan teknologi seperti tele-dentistry. Pengalihan tugas (task shifting) ke tenaga kesehatan lain di daerah tanpa dokter gigi. Pengembangan dashboard nasional untuk memantau ketimpangan secara real-time. Yang paling fundamental adalah pergeseran paradigma dari sistem kuratif ke preventif berbasis keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cermin Ketimpangan Sistem Kesehatan Nasional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Substansi yang diungkap oleh Prof. Julita sejatinya bukan hanya tentang kesehatan gigi. Ini adalah potret mahligai dari persoalan besar sistem kesehatan Indonesia: ketimpangan struktural. JKN, meski revolusioner dalam cakupan, belum sepenuhnya menyentuh dimensi keadilan distribusi. Sistem masih cenderung \u201cmengikuti pasar\u201d di mana layanan berkembang di wilayah yang sudah maju. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang tegas, ketimpangan ini berpotensi semakin melebar, terutama di era menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"751\" height=\"501\" data-id=\"17812\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-10.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-17812\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-10.jpeg 751w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-10-300x200.jpeg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-10-18x12.jpeg 18w\" sizes=\"(max-width: 751px) 100vw, 751px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Momentum untuk Berbenah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Akses kesehatan bukan sekadar soal pembiayaan, tetapi tentang keberpihakan sistem. Ketimpangan layanan gigi adalah bukti bahwa pembangunan kesehatan belum sepenuhnya inklusif. Jika sektor yang baru terlihat \u201ckecil\u201d ini saja belum terselesaikan, maka tantangan di sektor kesehatan secara keseluruhan jauh lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan menggelayut selanjutnya, apakah ada keberanian politik untuk memperbaiki system layanan kesehatan secara fundamental, setelah adanya kajian ilmiah ini? Semoga.<\/p>\n\n\n\n<p>(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Dody Hendro Wibowo)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., FISDPH, FISPD Bidang Kebijakan, Manajemen &amp; Pembiayaan Kedokteran Gigi FKG UGM Di tengah ambisi besar pembangunan kesehatan nasional, satu persoalan mendasar justru masih luput dari perhatian serius: ketimpangan layanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam pidato pengukuhan guru besar di Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drg. Julita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":17811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136],"tags":[298,302,307,289,291,293,297],"class_list":["post-17810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-5-kesetaraan-gender","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., FISDPH, FISPD Bidang Kebijakan, Manajemen &amp; Pembiayaan Kedokteran Gigi FKG UGM Di tengah ambisi besar pembangunan kesehatan nasional, satu persoalan mendasar justru masih luput dari perhatian serius: ketimpangan layanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam pidato pengukuhan guru besar di Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drg. Julita [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T02:28:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-08T02:28:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"751\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"501\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\"},\"headline\":\"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia\",\"datePublished\":\"2026-04-08T02:28:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T02:28:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\"},\"wordCount\":678,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 5: Kesetaraan Gender\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\",\"name\":\"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-08T02:28:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T02:28:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"width\":751,\"height\":501},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., FISDPH, FISPD Bidang Kebijakan, Manajemen &amp; Pembiayaan Kedokteran Gigi FKG UGM Di tengah ambisi besar pembangunan kesehatan nasional, satu persoalan mendasar justru masih luput dari perhatian serius: ketimpangan layanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam pidato pengukuhan guru besar di Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drg. Julita [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-04-08T02:28:51+00:00","article_modified_time":"2026-04-08T02:28:54+00:00","og_image":[{"width":751,"height":501,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d"},"headline":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia","datePublished":"2026-04-08T02:28:51+00:00","dateModified":"2026-04-08T02:28:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/"},"wordCount":678,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 5: Kesetaraan Gender","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/","name":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg","datePublished":"2026-04-08T02:28:51+00:00","dateModified":"2026-04-08T02:28:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/04\/image-9.jpeg","width":751,"height":501},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/mahligai-pelayanan-kesehatan-gigi-mulut-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Mahligai\u2019 Pelayanan Kesehatan Gigi &amp; Mulut di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/e03085a240000312d66dd0a43f2ab44d","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17810"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17813,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17810\/revisions\/17813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}